Untuk menjaga kesehatan saat musim hujan, masyarakat harus lebih hati-hati. Ada beberapa penyakit yang kasusnya meningkat drastis saat musim hujan. Kita harus mengetahui jenis penyakit serta prilaku pengobatan dan pencegahan yang tepat dan benar. Dengan demikian, kita dapat bertindak secara tepat, serta mencegah terjadinya endemik penyakit di wilayah kita.
Berikut ini beberapa penyakit menular yang harus diwaspadai saat musim hujan dan banjir datang seperti sekarang ini yaitu :
1.DEMAN BERDARAH DENGUE (DBD)
DBD merupakan penyakit yang dapat diderita orang dewasa dan anak yang disebabkan virus dengue. Virus ini dibawa oleh nyamuk aedes agypti sebagai vector ke tubuh manusia melalui gigitan nyamuk tersebut.
Gejala-gejala yang harus diketahui pada pasien yang dicurigai menderita DBD adalah deman tinggi tiba-tiba selama 2-7 hari (tetap tinggi walaupun sudah diberi obat penurunan panas). Biasanya disertai rasa mual, muntah, sakit kepala dan persendian. Sangat perlu diketahui, gejala adanya bintik-bintik merah pada tubuh tidak sering muncul di awal-awal penyakit.
Ketika ada seseorang dengan gejala-gejala tersebut, harus segera dilakukan pemeriksaan darah lengkap di Puskesmas / RS terdekat. Ini untuk memastikan dan dapat segera diobati dengan tepat serta menghindari kematian.
Kita harus menjaga daya tahan tubuh dengan cara makan dan minum yang sehat. Selain itu juga perlu istirahat yang cukup serta melakukan perilaku hidup bersih dan sehat. Misalnya, mencuci tangan menggunakan sabun serta air bersih yang mengalir dan memperhatikan kebersihan tempat tinggal sarang nyamuk.
2.DIARE
Ketika saat hujan dan banjir, biasanya kebersihan menjadi hal yang sering terabaikan. Keterbatasan tersedianya air bersih seringkali menimbulkan kelalaian dalam menjaga kebersihan dan kesehatan.
Diare adalah buang air besar / defekasi dengan jumlah tinja yang lebih banyak dari biasanya (diatas 3 kali setiap harinya). Tinjanya berbentuk cairan atau setengah cair. Penyakit diare dapat disebabkan oleh virus, bakteri ataupun parasit. Yang harus diwaspadai dari penyakit diare adalah terjadinya dehidrasi (tubuh kekurangan cairan) dikarenakan buang air besar cair terus-menerus, disertai muntah dan deman tinggi serta sulit untuk minum dan makan.
Tanda-tanda keadaan dehidrasi diantaranya pasien akan merasa haus, lidah kering, tulang pipi menonjol, tarikan pada kulit akan kembali dengan melambat (turgor kulit menurun) serta suara menjadi serak.
Pertolongan pertama dan utama pada penderita diare adalah mencegah terjadinya dehidrasi dengan cara banyak minum (air putih atau oralit). Selanjutnya bawa segera penderita ke Puskesmas / RS untuk diobati dengan tepat.
3.LEPTOSPIROSIS
Orang yang sering terendam kakinya di genangan air banjir sangat rentan terkena penyakit ini. Apalagi jika tidak menggunakan pelindung kaki (sepatu boat). Pasalnya, di dalam air genangan banjir tersebut terdapat makhluk-makhluk kecil (mikroorganisme) yang membahayakan seperti adanya leptospira dari air kencing tikus, anjing, kerbau, babi dan lainnya. Apabila pada kaki terdapat luka, maka leptospira tersebut dapat masuk ke dalam tubuh kita melalui luka tersebut dan menyebar ke seluruh tubuh.
Gejala yang harus diketahui adalah adanya demam yang muncul tiba-tiba, nyeri kepala di bagian depan, terdapat keluhan mual-muntah dan disertai mata kuning dan penurunan kesadaran. Sebaiknya segera dibawa ke Puskesmas / RS terdekat agar dapat segera ditangani dengan tepat dan menghindari kematian.
4. Flu / Influenza
Kebanyakan dari kita sering mengalami flu seperti pilek, sakit kepala, demam dan batuk selama musim hujan. Kita harus mengetahui bagaimana penyebaran ketika sedang sakit flu dengan tepat.
Flu disebabkan virus yang menyerang sistem pernapasan kita. Dan virus masuk ke dalam tubuh kita, kemudian menggunakannya sebagai tempat untuk berkembang biak. Virus ditularkan ke orang lain melalui butiran cairan dari air liur atau lendir yang dikeluarkan saat seseorang batuk, bersin, atau berbicara.
Cara lain virus flu menyebar adalah saat seorang mengalami flu yang memegang hidung atau mulutnya, membuat virus flu berpindah ke tangannya. Ketika orang tersebut memegang gagang pintu, virus berpindah, dan jika Anda memegang gagang pintu, virus tadi berpindah ke tangan Anda. Selanjutnya, baik sengaja atau tidak sengaja, kita mungkin memegang mulut atau hidung, akibatnya virus masuk ke dalam tubuh kita dan dapat menyebabkan kita mengalami flu.
Pergunakanlah masker sebagai upaya pencegahan penularan. Cukupkan asupan gizi makanan. Perbanyak minum air putih serta bisa mengkonsumsi vitamin yang diperlukan. Biasakan melakukan perilaku mencuci tangan secara teratur dan benar karena tangan merupakan salah satu jalan masuk virus ke dalam tubuh.
Semoga, keadaan musim hujan saat ini dan sering pula disertai dengan banjir tidak menimbulkan keadaan endemik penyakit DBD, diare dan leptospirosis di masyarakat. Mari bersama kita jaga kebersihan dan kesehatan lingkungan kita.
– dr. Yahmin Setiawan, MARSÂ (Dirut Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa)





