
DEPOK – Dalam rangka untuk melepas kangen dengan bertatap muka sesama anggota dan mempererat tali persaudaraan, Keluarga besar Suluk Nusantara menggelar Halal bi Halal dan Krida Lansia di sanggar Suluk Nusantara Depok, Jawa Barat, Sabtu (4/6/2022).
Acara yang dihadiri sekitar 130 undangan dan beberapa tokoh di Indonesia, berlangsung meriah dengan berbagai penampilan-penampilan dari pengisi acara.
Inisiator, Pendiri, dan Pembina Dompet Dhuafa, Parni Hadi dalam sambutannya mengatakan Lansia itu dicap 3S, sepuh, sepi, sepah, dan saya ingin buktikan kalau Anda boleh sepuh usia tapi tdk boleh sepi.
“Memang ditinggal anak, cucu, sepah tapi kita masih bisa berdaya dan itu tugas Dompet Dhuafa untuk memberdayakan kaum lansia,” ucap Parni Hadi disertai riuh pengunjung sesama lansia.
Maka hari ini saya menyebut HBH plus, lanjut Parni Hadi, kita silaturahim tapi kita melihat penampilan kaum lansia, kita ingin lansia bersama Dompet Dhuafa akan mendapat S3, yaitu semangat, sehat dan sejahtera.
“Semangat sejahtera, sehat fisik, sehat mental, kantong, ini mumpung masih hidup, mampu, membuatkan sekolah kesenian, ngajar latihan, tampil di yutub on stage dan on screen,” sambung Parni Hadi.
Ketua sanggar Suluk Nusantara, Pramono Sudomo menjelaskan kalau 2 tahun ini kegiatan sanggar sempat berhenti karena adanya pandemi yang telah mengistirahatkan semua kegiatan bahkan tidak tak terlepas dari musibah, dikarenakan beberapa pemain unggulannya dan pelatih karawitan dipanggil lebih dulu oleh Allah SWT.
“Semoga kita tetap sehat dan bahagia untuk para lansia yang tegar semangat pantang menyerah. Semoga dapat jadi contoh suri tauladan milenial,” ucap Pramono.
Direktur Dakwah Budaya dan Pelayanan Masyarakat, ustadz Ahmas Shonhaji mengatakan kalau 3S seperti yang disebutkan Parni Hadi tadi juga sesungguhnya ada di dalam AlQuran, ketika mengingatkan tentang persoalan umur dalam surah Yasin. Dan orang yang ditambahkan umurnya maka ada hal yang berkurang dari proses penciptaan dan kejadiannya.
“Namun pada hari ini Allah memberikan sebuah jawaban tentu tidak berarti bahwa kekurangan fisik kekurangan penciptaan kekurangan proses kehidupan yang dilakukan dalam proses panjang kehidupan manusia bahwa hari ini diisi dengan kegiatan yang dahsyat luar biasa,” ucap ustadz Shonhaji.
Acara ditutup dengan flashmob para pengunjung menari bersama lakon Semar dengan tema Goro-Goro.




