Hepatitis: Pertolongan Pertama pada Anak

Pertolongan pertama pada anak yang diduga terkena hepatitis akut. Berikan cairan atau minum jika mengalami diare untuk mencegah dehidrasi dan larikan segera ke fasyankes jika kejang atau kesadarannya menurun

PARA orang tua diminta segera memberikan pertolongan pertama pada anaknya jika diduga terserang hepatitis akut misterius yang saat ini sudah memapar 228 korban anak-anak di 20 negara.

“Guna menghindari dehidrasi, berikan cairan atau minuman pada anak yang diduga mengalami serangan hepatitis, “ ujar Ketua Unit Kerja Koordinasi Gastro-Hepatologi, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Muzal Kadim di Jakarta, (Kompas, 8/5).

IDAI juga masih menunda keputusan untuk merekomendasikan penundaan pembelajaran tatap muka (PTM), menanti hasil investigasi terkait status atau kasus hepatitis yang menyerang tiga anak baru-baru ini.

Pemerintah sudah melibatkan IDAI terkait penanganan kasus hepatitis akut misterius sejak penyakit ini ditetapkan sebagai kejadian luar biasa oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) berupa rekomendasi penapisan awal dan tatalaksana di fasilitas layanan kesehatan (fasyankes).

Tanda awal paparan hepatitis berupa peningkatan enzim transaminase, baru setekah itu dilakukan penapisan untuk memastikan jenis hepatitisnya (A, B,C, D atau E).

Namun persoalannya, pemeriksaan hepatitis akut terkendala keterbatasan laboratorium yang saat ini baru dimiliki oleh RS Cipto Mangunkusumo, dan RS Penyakit Infeksi Dr. Sulianti Saroso yang ada di Jakarta

Menurut dr.Muzal, hepatitis akut misterius yang menyebar di 20 negara saat ini umumnya menyerang anak di bawah enam tahun yang sistem imunitas tubuhnya belum terbangun sempurna, walau tidak tertutup bakal menyerang dewasa yang imunitasnya lebih kuat.

Gejala umum yang diserang saluran cerna mulai dari muntah diare, sakit perut, demam hingga icterus atau sakit kuning (sklera mata dan kulit menguning). Jika gejalanya berat, korban bisa kehilangan kesadaran dan kejang.

Jika anak mengalami gejala tersebut, segera berikan obat pencegah muntah, diare atau pereda demam dan jika intensitas muntah cukup sering berikan cairan atau minuman untuk mencegah dehidrasi.

“Jika gejala terus berlanjut, segera larikan ke fasyankes (Pusksmas, klinik atau RS) terdekat!”, “ ujarnya.

Ayo siap-siap lagi menghadapi potensi ancaman serangan hepaitis akut yang masih misterius!.

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisement