TAHUN baru dengan baju baru atau istri baru, itu masih lumrah. Tapi kini, tahun baru dengan wajah baru karena operasi plastik (face of) mulai menjadi biasa. Salah satunya artis sekaligus perancang busana Ivan Gunawan (42). Dalam merayakan tahun baru 2023 sekaligus hari ulang tahunnya sendiri, dia sengaja liburan di Turki. Dari sana dia pamer pula lewat medsos bahwa telah memiliki hidung edisi akhir tahun 2022 yang lebih proporsional dan professional
Namanya orang banyak duit, permak hidung sampai ke luar negeri ya wajar-wajar saja. Padahal bagi masyarakat akar rumput yang yang banyak makan akar pohon singkong karena kemiskinannya, hidung mau pesek kek, mau mancung ke dalam kek, ya biar saja. Yang penting buat bernapas lancar-lancar saja.
Terus terang, awalnya penulis tidak akrab dengan nama Ivan Gunawan, karena lebih mengenal Gunawan Muhammad sastrawan sekaligus pendiri majalah Tempo. Atau Gunawan Sumodiningrat seorang ekonom asal Solo. Setelah bertanya ke Mbah Google, ternyata dia adalah artis, perancang busana terkenal yang juga ponakan perancang busana Adji Notonegoro. Buah memang selalu jatuh tak jauh dari pohonnya.
Penasaran dengan edisi baru hidung Ivan Gunawan, dicoba ngecek di media online tentang hidung dia sebelum operasi plastik. Ya ternyata wajar-wajar saja, sebagai keturunan Jawa-Belanda hidungnya sudah cukup mancung. Tapi ya begitulah seorang artis sekaligus presenter TV, aktualisasi wajah menjadi sebuah kebutuhan. Operasi hidung bagi dia tak perlu antri berlama-lama pakai dana BPJS-Kes.
Biasanya yang suka ribet urusan tata wajah dan tata tubuh, adalah kaum perempuan. Hidung kurang mancung, buah dada terlalu trepes, lalu disuntiklah pakai solikin. Jika suntikan itu gagal tak sesuai harapan, untuk payudara masih tertutupi. Tapi jika yang gagal dari suntikan solikin itu bagian hidung, tampilan wajah menjadi menakutkan, dan itu banyak terjadi.
Ada lagi yang alisnya tidak proposional, ketebelan atau lokasinya kurang ideal, lalu dicoba pindah jalur, mentang-mentang tak perlu bayar ganti rugi penggusuran. Alis yang tadinya ketebelan seperti bulan bulan tanggal sepuluhan, dibuat menjadi tipis sehingga orang Jawa menyebutnya: alise nanggal sepisan.
Dalam Islam, merevisi bentuk tubuh sepanjang untuk menghilangkan cacat atau kesehatan, dibolehkan. Menjadi haram manakala sekedar untuk tampak lebih cantik dan ganteng, dalam arti tidak mensyukuri segara apa yang diberikan oleh Allah. Padahal bagi orang yang tidak pandai bersyukur, siksa Allah itu adzabun syadid (pedih sekali).
Bagi orang kebanyakan hidung mancung atau pesek tak pernah dipermasalahkan. Yang menjadi masalah justru orang berhidung belang, alias tak boleh melihat cewek klimis. Suami model begini punya daya rusak luar biasa bagi sebuah rumahtangga. Dia siap boros di kantong demi memanjakan si entong. Tentu saja istri di rumah yang dibikin njontong alias jengkel.
Lebih berbahaya lagi para pejabat pemilik hidung Pinokio. Dalam kisah aslinya, tokoh Pinokio akan berhidung panjang atau modod manakala berbohong, Dalam realitas, pejabat atau pemimpin berbuat bohong hidungnya ya tetap biasa saja. Yang mancung tidaj menjadi lebih mancung macam hidung Petruk. Yang pesek macam Yati Pesek ya tetap saja pesek.
Padahal pejabat suka bohong itu sangat menyebalkan dan menyusahkan rakyat. Jadi gubernur misalnya, menentang normalisasi kali karena memilih naturalisasi, tapi yang naturalisasi tak juga dikerjakan. Mau bikin gedung pengolah sampah di berbagai wilayah, tak pernah diwujudkan. Boro-boro banyak tempat, yang satu saja tak kunjung selesai. Ironisnya, Kepala Daerah model begini malah digadang-gadang jadi Kepala Negara. Ya bisa ambyarlah……….. (Cantrik Metaram)





