HRW: 420.000 Warga di Sinai Utara Dilanda Krisis Kemanusiaan

SINAI – Human Rights Watch telah menyatakan keprihatinannya atas risiko krisis kemanusiaan yang membayangi di Sinai Utara sebagai akibat dari operasi militer tentara Mesir terhadapĀ  teroris di sana.

Pengawas yang berbasis di New York memperingatkan dalam sebuah laporan yang diterbitkan Senin yang berjudul “Egypt: humanitarian crisis looming”, bahwa operasi keamanan tentara Mesir di wilayah itu terhadap kelompok afiliasi ISIS di Sinai Utara telah menyebabkan hampir 420.000 penduduk di empat kota timur utara yang sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan.

Menurut laporan itu, pasukan keamanan telah memberlakukan pembatasan ketat pada orang-orang dan pergerakan barang di seluruh gubernuran.

Laporan itu mengutip penduduk setempat yang mengatakan bahwa pihak berwenang juga melarang penjualan atau penggunaan bensin untuk penggunaan kendaraan di daerah tersebut dan memotong layanan telekomunikasi selama beberapa hari pada suatu waktu.

Pemerintah telah memotong pasokanĀ  air dan listrik hampir seluruhnya di wilayah paling timur Sinai Utara, termasuk Rafah dan Sheikh Zuwayed.

Laporan HRW memperingatkan, seperti dilansir Midddle East Monitor, Selasa (24/4/2018),Ā  bahwa jika pembatasan gerakan berlanjut, itu bisa mengarah pada krisis kemanusiaan yang lebih luas di kawasan yang sudah terpinggirkan secara ekonomi yang menderita dari operasi militer dan penghancuran rumah yang terus berlanjut.

Organisasi menyerukan kepada pemerintah Mesir untuk menyediakan makanan yang memadai bagi semua warga dan untuk segera mengizinkan organisasi bantuan, seperti Bulan Sabit Merah Mesir, untuk menyediakan sumber daya guna memenuhi kebutuhan mendesak warga.

Direktur Timur Tengah dan Afrika Utara di Human Right Watch, Sarah Leah Whitson mengatakan, “Sebuah operasi kontraterorisme yang membahayakan aliran barang-barang penting ke ratusan ribu warga sipil adalah melanggar hukum dan tidak mungkin membendung kekerasan”. Memblokir akses komoditas ke ratusan ribu warga sipil adalah ilegal,Ā  ā€katanya.

Pemerintah Mesir melancarkan operasi militer besar-besaran pada bulan Februari di Semenanjung Sinai melawan “unsur-unsur teroris” di sana.

Menurut data resmi, operasi itu sejauh ini mengakibatkan menewaskan lebih dari 100 pria bersenjata dan 30 tentara.

Advertisement