MEDAN – Hunian sementara pengungsi erupsi Gunung Sinabung, Kabupaten Karo, Sumatera Utara akan segera dibangun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB),
“Hunian sementara dikhususkan bagi pengungsi Sinabung dari sembilan desa yang sampai saat ini belum memiliki tempat tinggal,” kata Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karo, Jhonson Tarigan dihubungi dari Medan, Jumat (16/9/2016).
Sembilan desa tersebut diantaranya Tiga Pancur, Pintu Besi, Sigarang-garang, Jeraya, Kuta Rakyat, Kuta Ginjang dan Dusun Lau Kawar, Mardinding, dan Kuta Tunggal.
“Jumlah penduduk dari sembilan desa itu, sebanyak 9.319 jiwa atau 2.522 kepala keluarga (KK) dan mereka tinggal di penampungan yang disediakan Pemkab Karo,” ujar Jhonson.
Menurutnya kini ribuan pengungsi Sinabung itu sebagian ada yang tinggal di Posko Penampungan Kabanjahe, yakni Kantor KNPI, Gereja HKBP, Gereja Katolik, Gedung Unika, dan lokasi lainnya. “Seluruh pengungsi tersebut, dalam keadaan sehat dan mereka juga mendapat bantuan logitik, serta keperluan lainnya dari Pemkab Karo,” ucapnya.
Jhonson mengatakan pembangunan hunian sementara itu akan dilakukan secara bertahap mengingat jumlah pengungsi Sinabung cukup banyak. Dana untuk pembangunan hunian sementara itu, berasal dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Namun ia mengaku masih mencari lokasi yang kosong dan strategis, “Ini adalah tempat tinggal sementara, menunggu adanya relokasi mandiri untuk pengungsi Sinabung,” katanya.
Ia menambahkan, Pemkab Karo juga telah meninjau lahan relokasi mandiri seluas 6 hektare di Desa Nang Belawan, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo. Lokasi yang berada di Desa Nang Belawan itu, rencananya akan ditempati warga pengungsi erupsi Gunung Sinabung yang belum memiliki tempat tinggal.
“Relokasi mandiri itu merupakan tahap kedua setelah relokasi pengungsi erupsi Gunung Sinabung tahap pertama yang dibangun 370 unit rumah di Desa Siosar, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo,” kata Jhonson, dikutip dari Antara.





