Ibu Rumah Tangga ini Dirikan Taman Bacaan Bagi Anak Kurang Mampu

Niramita Yayu dirikan taman bacaan bagi anak kurang mampu/ Sindonews

MINAHASA – Seorang ibu rumah tangga, Niramita Yayu dengan keikhlasan hatinya membuka taman baca AIUEO untuk anak-anak kurang mampu.

Taman baca itu terletak di Desa Tikela, Jaga III, Kecamatan Tombulu, Kabupaten Minahasa, berbatasan langsung dengan Paal IV, Lingkungan VI, Nalvinas II, Manado.

Ayu, panggilan akrabnya, dengan setia memberikan bimbingan kepada puluhan anak di dalam bangunan ukuran 5×4 meter yang berlapiskan dinding batu bata.

Ibu dari Revanly (8) dan Gadis (5) menceritakan awal mula membuat taman baca. Istri dari Steven Manoppo itu mengatakan, dirinya bekerja sebagai tukang batu bata sebelum membuka taman baca.

“Saat ini saya juga masih membantu suami untuk mengerjakan pembuatan batu bata, tapi karena saat ini sudah mengajar di Taman Kanak-kanak (TK), pada pagi hari dan pada sore hari memberikan bimbingan di taman baca jadi untuk membantu suami sudah tidak sering,” ujarnya, dikutip dari Sindonews, Kamis (9/3/2017).

Menurutnya, taman baca yang dibukanya berawal saat dirinya melakukan pekerjaan sebagai tukang batu bata. Dia melihat banyak anak-anak yang berada di daerah tempat tinggalnya sering bermain di selokan air.

“Awalnya saya lihat anak-anak sering bermain di selokan air yang kotor. Ada juga anak-anak sering mengeluarkan kata kotor. Mereka (anak-anak) bermain karena orang tuanya kerja membanting tulang dan akhirnya anak-anak tidak terkontrol lagi,” jelasnya.

Melihat anak-anak itu, Ayu yang merupakan lulusan Sekolah Menegah Atas (SMA) akhirnya membuka Taman Baca AIUEO pada awal Januari 2017. Dibuka dari Senin-Sabtu Pukul 15.00 Wita hingga 17.00 Wita, dengan jumlah terdata ada 70 anak.

Buku-buku didapatkan dari teman-teman dan dari masyarakat sekitar. Karena, saat membuka taman baca dia melakukan publikasi di media sosial (medsos) dan banyak yang merespons untuk menyumbangkan berbagai buku anak-anak.

Tapi bukan berarti ia tidak mengeluarkan uang, karena ia  seringkali harus mengeluarkan uang sendiri untuk membeli buku-buku bagi anak-anak. Begitu juga dengan makan dan minuman yang akan diberikan kepada anak-anak setelah selesai belajar. Namun semua itu ia lakukan dengan ikhlas dan ketulusan hati.

Advertisement