Idap Berbagai Penyakit, Anak Rimba TNBD Kritis

Ilustrasi Anak Rimba Taman Nasional Bukit Dua Belas/ libregraphics.asia

JAMBI – Seorang anak rimba di Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD) Kabupaten Sarolangun, Jambi, Merangkuan, tengah kritis di rumah sakit dan didiagnosa dokter telah menderita meningoencepalitis, anemia berat dan hepatitis plus.

Setelah satu minggu terlihat melemah, fasilitator kesehatan Warsi membawa anak rimba tersebut ke RS Tebo. Namun, Merangkuan kondisinya semakin parah sehingga dirujuk ke RS Raden Mattaher Jambi.

“Anak rimba itu bernama Merangkuan, laki-laki berusia lima tahun. Dia dari keluarga Temenggung Ngadap, sekarang kritis di IGD RS Raden Mattaher,” kata Koordinator Unit Komunikasi Komunitas Konservasi Indonesia Warung Informasi Konservasi (KKI Warsi) Sukmareni, Selasa (9/8/2016), dikutip dari Antara.

“Sakitnya sudah satu minggu di hutan, barulah dibawa ke Rumah Sakit Tebo. Kemudian, Senin (8/8) malam dirujuk lagi ke Jambi,” katanya.

Atas terjadinya kasus penyakit pada anak tersebut, menurut Reni, pemerintah hendaknya melakukan imunisasi massal kepada anak rimba, khususnya di TNBD pasca-temuan Lembaga Eijkman terhadap tingginya angka hepatitis terhadap orang rimba.

Sementara itu Rusli sebagai Fasilitator Kesehatan KKI Warsi yang mendampingi Merangkuan, membenarkan bahwa saat ini kondisi Merangkuan sedang kritis.

Ditanya mengenai kemungkinan anak rimba lainnya ada yang mengidap penyakit yang sama dengan Merangkuan, Rusli mengatakan bisa saja seperti itu, namun saat ini baru seorang korban yang ditemukan.

Advertisement