TANGERANG – Direktur Institute For Demographic and Poverty Studies (IDEAS), Yusuf Wibisono menilai pelonggaran PSBB adalah langkah mundur yang berbahaya dalam penanggulangan pandemi.
Menurutnya, upaya keras dan biaya besar yang telah dikeluarkan dalam menanggulangi pandemi selama 2 bulan terakhir, dapat menjadi sia-sia.
“Bila dengan PSBB saja kenaikan kasus infeksi Covid-19 masih belum mereda, seharusnya langkah yang ditempuh pemerintah adalah melakukan kebijakan yang lebih tegas dari PSBB, bukan justru melonggarkannya,” kata Yusuf Wibisono, di Tangerang Selatan, Senin (18/05/2020).
Yusuf menilai PSBB di Metropolitan utama Jawa dan kota-kota besar luar Jawa adalah langkah tepat. Turunnya kinerja ekonomi secara drastis dalam jangka pendek karena pelaksanaan PSBB di 4 provinsi dan 27 kabupaten/kota adalah risiko yang harus dijalani untuk mengatasi pandemi.
Dikatakannya, sebagaimana dirilis dalam keterangan tertulis yang diterima KBK, sskalasi pandemi akan membesar dan menjadi tak terkendali jika respon kebijakan masih berfokus pada ekonomi.
Pelonggaran PSBB secara jelas bertujuan meningkatkan aktivitas ekonomi, sedangkan penanggulangan pandemi mengharuskan penurunan interaksi sosial. Maka, dalam situasi pandemi, mempromosikan ekonomi sama dengan membunuh nyawa lebih banyak.





