Imunisasi Rotavirus Cegah Kematian Anak akibat Diare

Ilustras

JAKARTA – Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, Maxi Rein Rondonuwu, mengajak masyarakat yang memiliki bayi untuk melakukan vaksinasi rotavirus sebagai cara untuk mencegah bayi dan balita dari risiko kematian akibat penyakit diare.

“Pemerintah sangat memerhatikan pentingnya vaksinasi rotavirus untuk melindungi anak-anak dari penderitaan dan kematian akibat diare,” katanya, dilansir dari Antara, Rabu (6/9/2023).

Maxi menjelaskan bahwa diare adalah salah satu penyebab utama kematian pada bayi dan balita, tetapi vaksinasi rotavirus dapat menghindarkannya.

Menurutnya, upaya vaksinasi rotavirus ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mengubah sektor kesehatan, terutama dalam pelayanan kesehatan dasar, dengan tujuan menghemat biaya perawatan karena pencegahan lebih efisien daripada pengobatan.

“Vaksinasi rotavirus juga menjadi prioritas dalam mengurangi angka kematian dan penyakit serius akibat diare pada bayi dan balita,” katanya.

Maxi menjelaskan bahwa vaksinasi rotavirus terdiri dari tiga dosis, yaitu dosis pertama pada usia dua bulan, dosis kedua pada usia tiga bulan, dan dosis ketiga pada usia empat bulan. Dia juga menekankan bahwa tidak ada persyaratan khusus untuk menerima vaksinasi rotavirus.

“Biasanya, petugas kesehatan akan melakukan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu, dan jika bayi dalam kondisi sehat, vaksinasi akan diberikan. Namun, jika ada tanda-tanda demam, vaksinasi akan ditunda,” kata Maxi.

Dia menambahkan, vaksinasi rotavirus telah diperkenalkan sejak tahun 2022 di 21 kabupaten/kota di delapan provinsi di Indonesia, dan sekarang dapat diakses di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan seperti Posyandu, Puskesmas, dan Rumah Sakit.

Selain vaksinasi rotavirus untuk mencegah diare pada bayi, Maxi juga mengingatkan setiap keluarga untuk menjaga kebersihan lingkungan, terutama saat makan, dan memberikan ASI eksklusif sebagai langkah pertama dalam mengatasi diare pada bayi agar mereka tidak mengalami dehidrasi.

Dia juga menyarankan orang tua untuk segera menghubungi fasilitas kesehatan jika bayi atau balita buang air lebih dari tiga kali, terutama jika diare sudah parah dan berisiko dehidrasi.

“Jika diare berat dan ada tanda-tanda dehidrasi, segera periksakan ke Puskesmas atau Rumah Sakit untuk penanganan lebih lanjut,” tuturnya.

Advertisement