Indah Lembayung Senja

Saudaraku, sebuah senja, saat gema adzan terdengar lamat-lamat meninggalkan jejaknya di cakrawala, kami merayakan hari dengan bercengkrama di tepi pantai.

Sebuah bola matahari seketika muncul di ufuk barat mengecup langit penuh perasaan. Seakan mencium sambil menutup mata, cahyanya pun perlahan redup meninggalkan lembayung indah di cakrawala, menutup hari penuh harap.

Lembayung senja menjadi bukti, betapapun kelam saat-saat yang dilalui, ujung hari akan berakhir dengan indah. Dan setiap mentari tenggelam, betapapun gelap malam segera menyergap, masih ada harapan bagi para petarung dalam waktu: fajar baru tak lama lagi akan menyingsing.

Pergulatan pengembaraan hidup itu seperti perjalanan mentari yang timbul-tenggelam di cakrawala. Bahwa kemunculan lembayung indah di senjakala itu melalui kehadiran awan kelabu.

Begitu pun pengalaman hidup manusia dalam memasuki jalan pertobatan boleh jadi melalui masa kegelapan. Betapa pun, kita tak boleh kehilangan pengharapan. Setiap pensuci memiliki kelam masa lalu, dan setiap pendosa memiliki cerah masa depan.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here