INDIA, negara di belahan benua Asia Selatan yang merayakan HUT kemerdekaannya yang ke-71, Rabu, 15 Agustus dikenal akrab oleh masyarakat Indonesia sebagai asal martabak dan kendaraan angkut beroda tiga, bajaj yang bersliweran di ruas-ruas jalan di ibukota atau film drama musika yang adegan-adegannya sering dinarasikan dalam tarian.
Padahal, jauh lebih dari itu, India adalah salah satu negara terkemuka di dunia yang mampu menghasilkan berbagai produk berteknologi tinggi, bahkan melakukan penjelajahan ke luar angkasa berkat program riset mereka yang membuahkan berbagai karya inovasi.
Di bidang industri militer misalnya, galangan kapal India mampu membangun sendiri kapal induk (kelas Vikrant) sehingga menempatkannya sebagai salah satu diantara enam negara yang mampu membuat kapal pengangkut pesawat tempur selain AS, Inggeris, Rusia, China dan Perancis.
Dengan mengembangkan teknologi dari Rusia, India juga membuat sendiri kapal selam bertenaga nuklir kelas Arihant yang juga dilengkapi rudal-rudal balistik dan alutsista lain buatan dalam negerinya.
India yang masuk deretan negara-negara berkemampuan senjata nuklir selain AS, Rusia, Inggeris, Perancis, Korea Utara dan Israel, membuat sendiri tank tempur utama (MBT seri Arjun ) pesawat tempur Tejas dan helikopter serbu seri LCH.
PM India Narendra Modi dalam pidato kenegaraan untk memperingati HUT ke-71 negara itu, Rabu (15/8) mencanangkan peluncuran pertama misi angkasa luar berawak pada 2022 sementara
Organisasi Riset Angkasa Luar India (ISRO) yang telah bergiat selama dekade terakhir ini termasuk meluncurkan 104 satelit pada 2017, berencana meluncurkan misi angkasa luar tanpa awak Chandrayaan-2 pada Januari 2019.
Di sektor ekonomi, Outlook Dana Moneter Internasional (IMF) memprediksi, dari tinjauan sejumlah aspek termasuk tingkat pertumbuhan 7,4 persen pada 2018 dan 7,8 persen pada 2019, perekonomian India mencapai momentum untuk segera menyalip China yang menjadi kekuatan ekonomi terbesar kedua dunia.
Konsumsi swasta
IMF dalam laporannya menyebutkan, pertumbuhan ekonomi India didorong oleh kuatnya konsumsi swasta dan mulai pudarnya dampak transisi mata uang, serta implementasi pajak barang dan jasa.
Menurut badsan dunia itu, dalam jangka menengah, pertumbuhan ekonomi India diprediksi bakal naik secara gradual, sejalan dengan berlanjutnya implementasi reformasi struktural sehingga memacu produktivitas dan menggenjot investasi swasta.
Perekonomi India diawali dari rendahnya utilitas SDM yang kemudian ditingkatkan dan didukung pemanfaatan teknologi melalui program riset yang mumpuni sehingga memacu pertumbuhan.
Terkait kesejahteraan rakyat, PM Modi dalam pidato kenegaraannya menyampaikan program pemerintah untuk memberikan asuransi kesehatan senilai 500.000 rupee atau sekitar Rp105 juta setahun bagi 500 juta warga miskin di negerinya mulai 25 September tahun ini.
Namun di balik “kisah sukses” India, negara tersebut masih bergulat dengan kemiskinan yang dialami sekitar 900 juta atau mayoritas (80 persen) dari seluruhnya 1,3 milyar penduduk (kedua terbanyak di dunia setelah China).
Potret kemiskinan tampak nyata di kota-kota besar di India dimana gedung-gedung atau hotel megah bersanding dengan tempat-tempat berteduh warga miskin terbuat dari kardus bekas pembungkus atau seng-seng seadanya.
Walau produk domestik kotor (PDB) India pada 2017 mencapai 2.597 milyar dollar AS, tingkat pendapatan per kapita hanya mencapai 1.997 dollar AS atau sekitar separuh dari pendapatan per kapita penduduk Indonesia.
Selain beban jumlah manusia, India juga belum bisa menuntaskan sengketa wilayah Kashmir di India utara yang berlokasi di selatan ujung paling barat pegunungan Himalaya yang dikontrol oleh India, Pakistan dan China.
Konflik-konflik bsersenjata antara aparat keamanan dan kaum separatis di wilayah ini acap kali merenggut korban jiwa.
Selamat kepada India yang merayakan HUT ke-71.





