JAKARTA –Â Ingin segera dipulangkan ke negara asalnya, puluhan orang pengungsi Afghanistan yang melakukan aksi demonstrasi di Jakarta, di depan kantor Badan PBB yang mengurus masalah pengungsi (UNHCR) di kawasan Jakarta Pusat.
Mereka melakukan aksinya dengan membawa poster dalam bahasa Inggris. Isi poster-poster itu antara lain berbunyi “Pengungsi juga manusia, “Sampai berapa lama kami harus menunggu?”.
Sebagian pengungsi yang merupakan etnis Hazara itu mengaku sudah berada di Indonesia lebih dari tiga tahun dan menyebutkan belum mendapatkan kepastian dari UNHCR.
Salah seorang pengungsi Yahya Rafii (19 tahun) mengatakan sudah berada di Indonesia sejak 2014 setelah menempuh perjalanan dari Iran, India, Malaysia dan akhirnya sampai di Indonesia.
“Sekarang di sana ada Taliban, Isis dan tidak aman, kita khususnya suku Hazara ada masalah karena Syiah dan kita nggak bisa di sana makanya kita kabur, saya sih inginnya ke Australia,” kata Yahya dalam bahasa Indonesia, seperti dilansir BBC Indonesia, Senin (6/2/2017).
“Sampai ke Indonesia harus bayar Rp40 juta lebih. Dari Malaysia ke Indonesia itu sekitar Rp20 juta,” jelasnya.
Selama dia terdaftar sebagai pengungsi di UNHCR ia mengaku tidak mendapatkan tunjangan hidup.
Sementara itu Sajjad Ehsani (24 tahun), mengatakan terpaksa mengungsi demi keselamatan hidupnya. “Keluarga dan kerabat saya serta teman-teman sepupu banyak yang terbunuh dalam konflik di Afghanistan, saya berada dalam bahaya, saya memilih untuk hidup,” ungkap Sajjad yang sudah berada di Indonesia selama hampir empat tahun.
Sajjadhanya berharap dapat dikirim ke negara mana saja, asalkan bisa memulai hidup baru.
“Tidak terlalu penting saya pergi ke mana, terserah UNHCR akan mengirim kita ke mana. Yang terpenting saya ingin pergi ke tempat lain dan memulai hidup baru. Saya datang ke sini ketika berumur 21 tahun, saya kehilangan tahun terbaik saya di sini,” ungkap dia.
Menanggapi hal tersebut, staf UNHCR menemui perwakilan dari mereka untuk masuk ke dalam. Tetapi undangan itu ditolak karena para pengungsi ingin masuk semua dan meminta kejelasan status mereka.
Sampai berita ini ditulis belum ada keterangan dari pihak UNHCR untuk menanggapi permintaan para pengungsi.
Menurut data Kementerian Hukum dan HAM, imigran dari Afghanistan merupakan yang terbanyak di Indonesia hingga mencapai 14 ribu orang, baik yang sudah berstatus pengungsi ataupun pencari suaka. Mereka ditempatkan di rumah detensi ataupun penampungan, tetapi ada juga yang memilih tinggal di rumah sendiri.





