MALUKU UTARA – Keluarga dan orangtua pasien COVID-19 di Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara mengamuk dan merusak sejumlah fasilitas di lokasi karantina di rumah susun Desa Acago Jailolo.
Mereka mengamuk ketika petugas gugus tugas dan tim medis melarangnya menjemput salah satu keluarga yang dirawat di fasilitas karantina itu.
Keluarga pasien itu diduga kasel dengan sikap Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat yang terkesan tidak memberikan pelayanan secara maksimal kepada pasien COVID-19 yang tengah menjalani karantina di tempat itu.
Bahkan, mereka menyatakan para pasien sering diberi makan yang belum matang untuk disantap.
Selain aksi anarkis dan terlibat keributan dengan petugas, mereka berhasil mengambil pulang dua orang pasien yang berstatus orang tanpa gelaja (OTG) dari tempat karantina untuk dikembalikan ke rumah mereka.
Kepala Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Barat Imran Lolory mengatakan, tudingan yang dilontarkan pihak keluarga pasien mengenai minimnya pelayanan itu tidak benar. “Saya rasa itu tuduhan yang tidak berdasar,” tandasnya.
Menurutnya ada pihak ketiga yang sengaja memprovokasi situasi di tengah pandemi ini untuk memunculkan keributan.
“Tim gugus akan kembali berkoordinasi dengan pihak keluarga agar kedua pasien yang masih dalam perawatan harus segera dikembalikan ke tempat karantina,” paparnya, dilansir Sindonews.





