JAKARTA (KBK) – Jumlah hotspot atau titik panas dari kebakaran hutan dan lahan terus berfluktuatif. Menurut data posko nasional pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mulai dari 1 Januari hingga 7 Agustus 2017 berdasarkan pantauan satelit NOAA19 dilaporkan terdapat 1.347 hotspot.
Dibandingkan tahun 2016 diperiode yang sama tercatat 1.295 hotspot. Terdapat kenaikan jumlah hotspot sebanyak 108 titik (3,55%).
Sedangkan data dari pencitraan satelit TERRA/AQUA milik NASA di periode yang sama tahun 2017 justru menunjukan penurunan jumlah hotspot yakni 334 titik api. Suheri Kepala Data dan Pusat Informasi KLHK mengatakan perbedaan data tersebut karena menggunakan cara dan metode yang berbeda.
“Untuk perhitungannya dibutuhkan suatu proses analisis mengenai luasan lahan dan mempelajari perilaku penyebaran serta sifat panas api,” ujar Suheri dalam media briefing di Jakarta (8/8).
Bisa jadi lanjut Suheri kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di lapangan jumlahnya sama namun cara penghitungannya yang berbeda. KLHK tambah Suheri tetap merujuk pada citra satelit NOAA19.





