Ini Kata Dinas Kehutanan Garut Sikapi Banjir Bandang

Kepala Dinas Kehuutanan Kabupaten Garut, Sutarman Darmita/ Foto: Jun Aditya KBK

GARUT, KBK – Kepala Dinas Kehutanan Kabupeten Garut Sutarman Darmita mengakui banjir bandang yang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Garut disebabkan oleh kerusakan hutan di hulu sungai Cimanuk.

Namun menurutnya Dinas Kehutanan tak semestinya dijadikan kambing hitam atas peristiwa tersebut.

“Sebab terdapat beberapa faktor lain yang membuat kawasan hulu Cimanuk rusak,” jelas Sutarman kepada KBK dikediaman pribadinya di daerah Tarogong Kidul, Sabtu (23/09/16).

Faktor tersebut antara lain disebabkan oleh pembalakan liar yang dilakukan oleh masyarakat akibat desakan ekonomi, curah hujan yang tinggi, daya dukung tanah yang menurun, perubahan kebijakan dan minimnya anggaran pemeliharaan hutan yang hanya Rp 4 Miliar di tahun 2016.

“Delapan puluh empat persen wilayah Garut itu ditetapkan sebagai kawasan lindung sesuai rencana tata ruang provinsi. Sementara jumlah penduduk Garut terus meningkat dan sebagian besar berpenghasilan dari berkebun. Tanah mereka ini sudah tak lagi subur, sehingga butuh lahan baru dengan cara membabat hutan. Kami belum bisa awasi sepenuhnya karena minimnya anggaran dari pusat,” Jelas Sutarman.

Sutarman menyebutkan kerusakan hutan yang terjadi di hulu sungai Cimanuk telah terjadi sejak dirinya menjabat sebagai kepala dinas kehutanan di tahun 2011. Kini sekitar 50% hutan di hulu Cimanuk telah alih fungsi menjadi perkebunan warga.

“Cimanuk ini kan melintasi tiga Kabupaten seperti Sumedang, Majalengka dan Indramayu. Seyogyanya tiga kabupaten itu memberikan kontribusi kepada Garut supaya warga yang berada di hulu Cimanuk tidak lagi membuka lahan baru,” ujarnya.

Sutarman mebambahkan secara topografi memang kondisi Garut merupakan daerah rawan bencana karena berbukit. sehingga lanjut Sutarman jika ada perusakan sedikit saya pasti akan mendatangkan bencana.

“Dari tahun 2011 sampai 2016 Garut itu langganan bencana. tidak hanya sekarang saja. Bukan waktunya menyalahkan, sekarang saatnya membangun kerjasama secara komprehensif kepada semua pemangku kepentingan,” tegas Sutarman. (Jun Aditya)

Advertisement