Ini, Kisah Mosley Mencari Pemanis Sempurna

Mosley dengan gula buatannya dari buah Berry. Foto: BBC

Gula sangat sering disalahkan ketika terjadinya obesitas dan gangguan kesehatan, sehingga para pakar terus berusaha mencari pemanis yang sempurna.

“Tapi itu bukan tugas yang mudah,” ungkap Michael Mosley dalam siaran BBC.

“Saya telah mencintai gula sepanjang hidup saya. Saya suka hal-hal manis dan di masa muda, saya menstok 1 galon minuman manis dan makanan manis, sebanyak makanan penutup yang saya bisa masukkan ke mulut saya,” tambahnya.

Sayangnya, lanjut Mosley, kecintaannya pada gula mengantarkannya pada ke kesedihan. Gula yang dimakan dan diminum membuat giginya hancur, hampir setiap gigi di mulutnya telah ditambal, dibor atau diganti.

Gula pada karbohidrat juga menciptakan tumpukan lemak, yang mengakibatkan kadar gula darah juga melonjak.

Baru-baru ini Mosley telah berhasil mengurangi asupan manis, namun tidak pernah berhasil untuk berhenti.

Jadi, tidak mengherankan kalau Mosley terus berusaha menemukan pengganti gula, sesuatu manis yang memuaskan dan tanpa efek samping.

Mosley sudah pernah mencoba aspartam, sakarin, xylitol dan stevia. Namun Mosley belum berhasil menemukan salah satu dari produk itu yang meyakinkan ia sebagai pemanis yang sempurna.

“Meskipun stevia murni tidak terlalu buruk ketika Anda mencampurnya dengan gula dan menambah rebusan buah,” jelasnya.

Akhirnya Mosley mencoba ekstrak buah Afrika, yang sering disebut mukjizat berry. Ia berasal dari tanaman yang disebut Synsepalum dulcificum, hasilnya tidak seperti gula buatan yang telah dicoba sebelumnya.

“Berry tidak membuat makanan menjadi manis, tetapi dengan Berry membuat makanan terasa lebih manis,” kata Mosley.

Mukjizat berry mengandung molekul yang disebut miraculin yang berikatan dengan reseptor pada lidah dan tercipta rasa baru yang membuat makanan terasa lebih manis agak asam.

Keuntungan dari buah Berry ini adalah di samping mengubah selera dan rasa pada makanan yang dimakan, ia juga bagus untuk bakteri di usus.

Selama bertahun-tahun telah ada perdebatan sengit mengenai apakah menggunakan gula buatan akan membantu Anda menurunkan berat badan atau tidak.

Sebuah meta-analisis ini yang tampak pada hasil lebih dari 100 studi terhadap manusia yang berbeda, disimpulkan bahwa, ketika pemanis buatan mengganti gula dalam makanan (bukan hanya yang ditambahkan ke makanan), maka ini dapat menyebabkan penurunan berat badan.

Harvard School of Public Health, menunjukkan bahwa, ada banyak studi yang saling bertentangan, termasuk orang-orang yang menyatakan bahwa meminum minuman pemanis buatan dapat meningkatkan risiko kesehatan; bukan hanya berat badan, tetapi juga diabetes tipe 2.

Advertisement