Ini Sejumlah Titik di Jalur Tengah yang Rawan Alami Kemacetan

macet
Foto Ilustrasi

JAKARTA – Meski empat flyover di jalur tengah Kabupaten Tegal telah difungsikan namun potensi kemacetan tetap ada bagi pemudik yang hendak menuju daerah selatan pulau jawa.

Titik-titik rawan kemacetan tersebut biasanya terjadi di Pasar Kesambi yang disebabkan oleh lalu lalang pengunjung pasar yang memaksa kendaraan memperlambat laju kendaraannya.

Kondisi tersebut ditambah dengan angkutan umum yang ngetem menunggu penumpang di sisi jalan. Di titik Karangsawah juga berpotensi terjadi penumpukan kendaraan. Hal tersebut dikarenakan ada perlintasan kereta api sebidang.

Untuk menghindari kemacetan di perlintasan kereta api Karangsawah, pemudik bisa membelokan kendaraannya ke arah kiri masuk ke jalan alternatif Karangsawah-Purwodadi-Linggapura. Namun, selepas jalan alternatif tersebut, bertemu dengan pasar yang juga berpotensi menimbulkan kemacetan.

Pasar Linggapura di Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes juga kerap menimbulkan penumpukan kendaraan. Hal tersebut selain adanya aktivitas pasar juga ada pertemuan arus dari arah utara atau Brebes dan dari arah Bumijawa Tegal.

Jalur alternatif lain yang bisa dilalui pemudik yakni jalur Negaradaha-Kretek. Pemudik bisa berbelok ke kiri menuju jalan Negraradaha setelah memasuki jalan lingkar Bumiayu.

Namun, karena jalan alternatif tersebut melintasi underpass kereta api, hanya kendaraan pribadi dan sepeda motor saja yang bisa melintas di jalur alternatif tersebut. Sementara untuk kendaraan besar tetap menggunakan jalur biasa.

Jalan Raya Paguyangan selepas Kota Bumiayu hingga flyover Kretek juga patut diwaspadai. Pasalnya, jalan dengan kontur lurus, namun bergelombang tersebut menggoda pengendara untuk memacu kendaraannya lebih kencang. Apabila pengemudi tidak waspada kecelakaan bisa saja terjadi.

Advertisement