Iran Tolak Seruan Trump Tentang Perubahan Kesepakatan Nuklir

Ilustrasi,
TEHERAN – Iran telah mengatakan bahwa pihaknya tidak akan menerima perubahan apapun terhadap persyaratan kesepakatan nuklir 2015, setelah Presiden AS Donald Trump mengancam untuk membatalkan kesepakatan tersebut.

Kementerian luar negeri Republik Islam Iran mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka tidak akan “bergerak melampaui komitmennya” terhadap kesepakatan yang ada, dimana Trump telah memperluas komitmen AS selama 120 hari lagi, seperti dilaporkan Kantor Berita Republik Islam Iran (IRNA), Sabtu (13/1/2018).

“Iran dengan kuat mengumumkan bahwa hal tersebut tidak akan berjalan melampaui komitmen Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) dan tidak akan membuat perubahan dalam kesepakatan nuklir tidak sekarang maupun di masa depan,” kata pernyataan tersebut.

Kesepakatan nuklir, yang secara formal dikenal sebagai JCPOA, telah mereda sanksi terhadap Iran dengan imbalan Teheran menghentikan pengayaan uranium. Hal itu disepakati oleh Amerika Serikat di bawah pemerintahan mantan Presiden Barack Obama, Iran dan lima negara lainnya pada bulan Juli 2015.


“Meskipun saya memiliki kecenderungan kuat, saya belum menarik Amerika Serikat dari kesepakatan nuklir Iran,” katanya dalam sebuah pernyataan.

“Sebagai gantinya saya telah menjelaskan dua kemungkinan jalan ke depan: baik memperbaiki kekurangan bencana, atau Amerika Serikat akan menarik diri,” tambahnya.

“Ini adalah kesempatan terakhir. Dengan tidak adanya kesepakatan semacam itu [antara kekuatan AS dan Eropa), Amerika Serikat tidak akan lagi mengesampingkan sanksi agar tetap berada dalam kesepakatan nuklir Iran.” tandasnya, dilansir Aljazeera.
Advertisement