KABUL – ISIS telah mengaku bertanggungkawan atas serangan bom bunuh diri di Kabul yang menewaskan 11 orang pada Minggu (22/7/2018).
Lewat kantor berita AMAQ, ISIS mengatakan pemboman menargetkan wakil Presiden Afghanistan di dekat bandara Kabul.
Bom meledak ddi dekat Bandara Internasional Kabul bertepatan dengan datangnya wakil presiden, Abdul Rashid Dostum.
Dostum lolos dari serangan bom bunuh diri di bandara Kabul. Dostum baru kembali ke Afghanistan, Minggu (22/7/2018), setelah lebih dari setahun di pengasingan di Turki atas tuduhan menyiksa dan menyalahgunakan kekuasaan terhadap pesaing politiknya.
Jurubicara polisi Kabul Hashmat Stanekzai mengatakan ledakan itu terjadi di dekat pintu masuk bandara utama, di mana para pendukung telah menunggu untuk menyambut Dostum saat iring-iringan mobilnya melintas dalam perjalanan ke pusat kota.
“Jumlah korban mungkin meningkat. Ledakan itu terjadi tepat setelah konvoi Dostum meninggalkan bandara,” terangnya, dilansir Reuters, Senin (23/7/2018).





