
PERANG di Gaza, Palestina antara pasukan Israel (IDF) dan milisi Hamas sejak Oktober 2023 belum usai dan terus menelan korban, kini negara Yahudi itu di ambang perang dengan milisi Hezbollah di Lebanon.
Potensi konflik terbuka antara Hezbollah dukungan Iran lawan Israel sudah di depan mata dan Amerika Serikat telah mengingatkan kedua belah pihak untuk menahan diri agar tidak terjadi eskalasi konflik.
Utusan khusus AS Amos Hochstein kelahiran Israel terbang ke Tel Aviv, Selasa lalu (18/6) untuk mencoba membujuk petinggi Israel  agar menghindari perang, namun misinya gagal, bahkan mereka sudah memberi tahu akan menyerang Lebanon lima hari lagi (23/6).
Militer Israel sendiri sebelumnya juga telah mengeluarkan maklumat  untuk menyerang Lebanon yang telah disetujui dan dinyatakan valid, Selasa lalu (18/6).
Sebaliknya, Pemimpin Hezbollah Hassan Nasrallah menegaskan, tidak ada tempat aman bagi Isarel dari serangan roket roket dan pesawat nirawak kelompok pimpinannya.
Israel, ujarnya, bakal menghadapi serangan Hezbollah dari darat, laut dan udara dan meningatkan, pasukannya akan bertempur tanpa aturan dan batasan jika perang terbuka dalam skala yang lebih luas tak terhindarkan.
Tidak hanya mengancam Israel, Nasrallah juga menyatakan akan menyerang Siprus yang selama ini dijadikan pangkalan udara oleh Inggeris untuk menyerang sejumlah lokasi di Timur Tengah serta digunakan Israel untuk latihan menyerang Hezbollah.
Sebaliknya, Presiden Siprus Nikos Christotodoulies menyatakan, negaranya tidak memihak dalam setiap konflik. “Kami bukan bagian masalah, tetapi bagian solusi. Peran itu tampak, misalnya melalui pembentukan koridor kemanusiaan yang telah diakui tak saja oleh dunia Arab, tetapi juga masyrakat internasinal, “ tandasnya.
Serangan Israel
Sebelumnya, Israel melancarkan serangan dengan jet-jet tempur dan dron ke Tyre, kota di pesisir Lebanon dan sejumlah sasaran lain, menewaskan empat anggota Hezbollah yang lalu  membalasnya dengan serangan artileri dan roket ke pos Israel di Kiryat Shmona.
Hezbollah yang berpihak pada kelompok Hamas tak luput baku serang dengan Israel di tengah perang antara Israel dan Hamas di Gaza, yang sampai hari ini telah menewaskan 37.000 orang, 80.000 luka-luka dan menciptakan lebih sejuta pengungsi.
Saat ini Hezbollah yang didukung dan dipersenjatai terutama dari Iran berkekuatan lebih 100 ribu personil yang ditempatkan juga di Suriah untuk melancarkan serangan roket dan dron dari wilayah itu.
Sementara Panglima IDF Letjen Herzy Halevi sesumbar, pasukannya tak gentar dan sudah siap meladeni Hamas dan dengan jumawa meyakini, pasukannya berkemampuan lebih besar.
Timur Tengah terus membara, tak pernah padam, terperangkap dari satu konflik ke konflik lain yang ujung-ujungnya menyengsarakan rakyat tak berdosa yang jadi korbannya. (AP/AFP/Reuters/ns).




