WASHINGTON – Israel telah membunuh atau melukai sedikitnya 31 relawan kemanusiaan di Gaza sejak Oktober dalam setidaknya delapan serangan yang mengabaikan koordinat posisi mereka.
“Pasukan Israel telah melakukan setidaknya delapan serangan terhadap konvoi dan lokasi pekerja bantuan di Gaza sejak Oktober 2023,” kata lembaga swadaya masyarakat asal AS yang mengawasi penegakan hak asasi manusia, Human Rights Watch (HRW), Selasa (14/5/2024)..
Meskipun kelompok bantuan telah memberikan koordinat mereka kepada otoritas Israel untuk memastikan perlindungan, Israel tetap melanjutkan serangan, menurut HRW yang dikutip Anadolu.
HRW mengungkapkan bahwa pihak berwenang Israel tidak mengeluarkan peringatan terlebih dahulu kepada organisasi kemanusiaan di lapangan sebelum serangan-serangan tersebut.
Delapan insiden tersebut meliputi penyerangan terhadap konvoi World Central Kitchen pada 1 April, konvoi Doctor Without Borders (MSF) pada 18 November, wisma UNRWA pada 9 Desember, dan tempat perlindungan MSF pada 8 Januari.
Selain itu, wisma Komite Penyelamatan Internasional dan Bantuan Medis diserang pada 18 Januari, diikuti oleh penyerangan terhadap konvoi UNRWA pada 5 Februari, wisma MSF pada 20 Februari, dan rumah yang menampung karyawan Organisasi Bantuan Pengungsi Timur Dekat Amerika pada 8 Maret.
“Bahkan jika ada sasaran militer di sekitar lokasi serangan… Insiden ini menyoroti kegagalan Israel dalam melindungi pekerja bantuan dan operasi kemanusiaan,” kata HRW.
HRW merinci bahwa sedikitnya 15 orang tewas dan 16 terluka dalam delapan serangan Israel tersebut.Para pekerja kemanusiaan juga tidak dapat meninggalkan Gaza sejak penutupan perbatasan Rafah pada 7 Mei, kata HRW.
Badan pengawas tersebut juga menemukan bahwa Israel menggunakan kelaparan sebagai metode peperangan di Gaza.
“Otoritas Israel dengan sengaja memblokir pengiriman air, makanan, dan bahan bakar, dengan sengaja menghalangi bantuan kemanusiaan. Dengan terang-terangan menghancurkan kawasan pertanian, dan merampas barang-barang milik penduduk sipil yang sangat dibutuhkan untuk kelangsungan hidup mereka,” kata HRW.
“Anak-anak di Gaza sekarat akibat komplikasi yang berkaitan dengan kelaparan,” tuturnya.





