KONFLIK terkini di Timur Tengah seolah tak ada matinya, diawali serbuan mendadak milisi Hamas ke Israel Selatan, 7 Oktober, 2022, lalu dibayar kontan dengan bombardemen masif Israel ke Jalur Gaza sampai hari ini.
Lebih 66.500 warga Palestina di Gaza tewas, 150-ribuan terluka, dan setengah juta orang terancam kelaparan akibat blokade oleh pasukan Israel, sehingga bantuan logistik terpaksa didrop dari udara oleh sjumlah negara seperti Perancis, Yunani dan juga Indonesia.
Israel belum berhasil menumpas habis Hamas, bahkan puluhan dari 250-an sandera warga Israel masih berada di tangan Hamas sejak diculik 7 Okt. ’22, sebagian diduga tewas terjebak di tengah pertempuran dan sebagian lagi sudah dibebaskan berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak.
Di tengah invasi ke Jalur Gaza untuk memerangi Hamas, Israel terlibat konflik dengan milisi yang memblokade Laut Tengah terhadap kapal-kapal kargo dari dan menuju pelabuhan Haifa Israel.
Pasukan Israel juga beberapa kali terlibat konflik militer dengan milisi Hizbullah dukungan Iran yang beroperasi di Lebanon dan juga menyerang posisi-posisi Hizbullah dan pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC) yang ditempatkan di Suriah..
Iran meluncurkan serangan dengan ratusan rudal balistik pada April dan Oktober 2024 ke wilayah Israel untuk membalas kematian sejumlah petinggi Hamas dan Houthi oleh pihak Israel.
Israel kembali terlibat konflik militer cukup besar selama 11 hari antara 13 – 24 juni 2025. Iran membombardir wilayah Israel dengan rudal-rudal balistik, sebaliknya Iran mengerahkan pesawat pesawat tempur untuk menghancurkan situs nuklir Iran di Fordow, Natanz dan Isfahan.
Atas prakarsa Presiden Amerik Serikat Donald Trump, Iran dan Israel sepakat melakukan gencatan senjata, sehingga perang habis-habisan terhndarkan.
Kini di tengah rencana PM Israel Benjamin Netanyahu untuk menguasai seluruh Gaza demi menihilkan potensi ancaman Hamas, pesawat pesawat tempur Israel menyerang posisi Houthi di Yaman, Minggu (24/8).
Saluran TV Al-Masirah, media milik kelompok Houthi, melaporkan “dua orang tewas dan lima luka-luka setelah serangan Israel” terhadap fasilitas perusahaan minyak di Sanaa, Yaman.
Menyusul serangan udara Israel, Houthi berjanji akan terus membalasnya dan mengklaim, sistem pertahanan udara yang dikembangkan secara lokal telah berhasil menggagalkan beberapa serangan Israel.
Asap mesiu agaknya masih bakal mengepul terus di Timur Tengah. (AP/ns)





