YERUSALEM – Dewan Keamanan Nasional Israel (Shin Bet) dan Pasukan Pertahanan Israel menangkap 25 anggota Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) di Tepi Barat dalam serbuan malam hari Ahad (23/7/2017).
Penggerebekan tersebut dilakukan Israel untuk memastikan konflik mengenai tempat suci Temple Mount (wilayah yang sama dengan tempat Masjid Al-Aqsa) tidak meningkat, kata Shin Bet dalam sebuah pernyataan.
“Meskipun Hamas tidak berada di balik penembakan di Temple Mount di Kota Tua Yerusalem pada 14 Juli, namun kelompok tersebut memuji penembakan tersebut sebagai pahlawan. Hamas menghasut umat Islam untuk melanjutkan demonstrasi mereka,” kata pernyataan tersebut.
Pada tanggal 14 Juli, tiga polisi Israel ditembak di dekat Temple Mount dan dua di antaranya tewas. Israel mengepung daerah tersebut dan melarang umat Islam untuk mengunjungi masjid Al-Aqsa di sana.
Polisi Israel membuka kembali masjid tersebut dua hari kemudian, setelah memasang detektor logam dan kamera pengintai di pintu masuk kompleks masjid Al-Aqsa. (Ketidakpuasan atas pergerakan Israel, umat Islam berkumpul di Timur Tengah. Bentrokan kekerasan di Yerusalem telah mengakibatkan kematian setidaknya 10 orang dan luka-luka di atas 500 orang.
Kompleks Masjid Al-Aqsa, yang dipuja oleh orang Yahudi sebagai Temple Mount, adalah situs tersuci ketiga dalam Islam dan situs tersuci bagi orang Yahudi. Ini telah menjadi lokasi flashpoint untuk konflik Israel-Palestina dalam beberapa dekade terakhir sejak pendudukan Israel sejak tahun 1967 di Kota Tua Yerusalem.
Seperti dilansir Xinhua, sesuai dengan kesepakatan antara Israel dan Yordania, wilayah yurisdiksi Temple Mount dikuasai oleh Yordania, sementara keamanan adalah menjadi milik Israel.





