Israel Tolak Penyelidikan Penangkapan Aktivis di Demonstrasi Gaza

ilustrasi Israel bunuh warga di Gaza/ Reuters
TEL AVIV – Pihak berwenang Israel menolak permintaan  Uni Eropa untuk menyelidiki dugaan pemukulan dan penangkapan seorang aktivis Arab-Israel selama demonstrasi pro-Gaza di Haifa akhir pekan lalu.

Menggambarkan negaranya sebagai satu-satunya demokrasi di Timur Tengah, Menteri Keamanan Publik Gilad Erdan mengatakan Israel tidak perlu pelajaran dalam moralitas dari tubuh yang bias dan obsesif seperti Uni Eropa.

“Kampanye penganiayaan ini penuh dengan kemunafikan terhadap Israel dan upaya-upaya untuk menodai namanya itu pasti gagal,” kata Erdan, menurut stasiun televisi Channel 7 Israel.

“Saya mengusulkan kepada UE untuk tidak ikut campur dalam urusan internal Negara Israel,” tambahnya.

Sebelumnya Uni Eropa mendesak pemerintah Israel untuk menyelidiki keadaan cedera Jafar Farah, direktur sebuah LSM Mossawa Center.

Farah ditangkap di Haifa akhir pekan lalu bersama dengan 18 demonstran lainnya yang telah menyatakan solidaritas dengan penderitaan Gaza.

Farah diduga dipukuli oleh seorang perwira polisi Israel selama penangkapannya, menyebabkan patah tulang lutut.

Pada hari Sabtu, Puluhan Arab-Israel dipukuli  termasuk anggota parlemen Jamal Zahalka dan Hanin Zoubi  setelah polisi membubarkan demonstrasi pro-Gaza di kota pelabuhan utara Haifa.

Demonstran telah meminta Israel untuk mencabut blokade satu dasawarsa Jalur Gaza, mengakhiri pendudukannya di Tepi Barat selama puluhan tahun, dan berhenti menyerang demonstran yang tidak bersenjata.

Sejak 30 Maret, lebih dari 110 demonstran Palestina di dekat pagar keamanan Gaza-Israel telah menjadi korban tewas dan ribuan lainnya terluka  oleh tembakan tentara Israel.

Advertisement