Istri ABK TB Charles Terus Diancam Kelompok Al Habsy

Ilustrasi, Pasukan Abu Sayyaf merencanakan eksekusi 4 sandera. Foto: Ist

SAMARINDA – Istri dari salah satu ABK WNI yang disandera oleh Kelompok Al Habsyi Misaya, di Filipina kembali ditelepon salah satu faksi kelompok bersenjata Filipina, Abu Sayyaf, dan diancam akan membunuh empat ABK kapal tunda Charles jika tuntutan uang tebusan mereka tidak dipenuhi perusahaan.

“Saya dihubungi orang yang mengaku dari kelompok Al Habsy Misaya, mengancam akan membunuh kru kapal tunda Charles satu persatu jika tuntutan uang tebusan mereka tidak dipenuh,” ujar istri Ismail, Mualim I kapal tunda Charles, Dian Megawati, di Samarinda, Rabu (27/7/2016).

Ia mengaku pertama kali ditelepon orang yang mengaku dari kelompok Al Habsy, sekitar pukul 17.17 WITA Selasa (26/7). “Orang yang menelpon itu menggunakan bahasa Inggris dan menyampaikan uang tebusan terhadap empat kru kapal tunda Charles yang mereka tawan sebesar Rp250 juta peso atau sekitar Rp69 miliar,” katanya, seperti dilansir Antara.

Bukan hanya ditelepon, namun ancaman juga datang dari pesan singkat dari nomor Filipina yang kembali menegaskan uang tebusan empat ABK kapal tunda Charles yang mereka minta, yakni 250 juta Peso. “Pada pesan singkat berbahasa Inggris itu, mereka menyampaikan agar pesan tersebut juga disampaikan kepada presiden Republik Indonesia dan media,” tutur Megawati.

Pada pukul 10.08 WITA Rabu, orang yang mengklaim dari kelompok Al Habsy, lanjut Megawati, kembali menghubungi melalui nomer telepon berbeda.

Kali ini tambah dia, pihak penyandera sudah mengeluarkan ancaman yang sama dan meminta Megawati menyampaikan tuntutan dan ancaman itu ke pihak perusahaan. Artinya, selain mereka mencoba melibatkan negara (presiden) dan perusahaan yang mempekerjakan keempat ABK kapal tunda Charles itu.

Pada pukul 11. 52 WITA Rabu, pihak penyandera kembali menghubungi Megawati, mempertegas ancaman akan membunuh keempat kru kapal tunda Charles yang mereka sandera, jika uang tebusan tidak segera diberikan.

Pada komunikasi kedua kalinya itu, lanjut Megawati, salah seorang sandera yang paling senior yakni, Muhammad Nasir (masinis III kapal tunda Charles) sempat diberi kesempatan berbicara.

Sang penyandera mengatakan jika tawanan yang ada bersama mereka hanya empat orang yakni Ismai, Muhammad Sofyan (olieman), Muhammad Nasir, serta Robin Piter (juru mudi), dan tidak menyinggung ketiga ABK lainnya.

Ancaman tersebut diakui Megawati telah disampaikan pada perusahaan, namun perusahaan mengaku akan meneruskannya ke pemerintah dan tidak dapat mengambil keputusan sendiri memberikan sejumlah uang agar karyawannya dilepaskan.

Advertisement