Jabar Masih Aman dari Zika, Dinkes Tetap Sosialisasi

Ilustrasi/ shutterstock

BANDUNG – Meskipun kasus zika di Jawa Barat masih aman dan belum ditemukan baik dari para jamaah haji yang telah pulang atau wisatawan asing, namun Dinas Kesehatan Jawa Barat masih terus mensosialisasikan waspada zika.

Kepala Dinas Kesehatan Alma Lucyati mengungkapkan, “Meski belum ada temuan kasus, tetapi sosialisasi tetap dilakukan. Hati-hati jangan sampe digigit nyamuk. Yang terpenting, pemberantasan sarang nyamuk. Itu yang harus dilakukan masyarakat karena virus zika dibawa oleh nyamuk,” katanya, Kamis (20/10/2016), dikutip dari PR.

Seperti dinkes pun sudah memasang alat pengecek suhu tubuh di bandara, terutama kepada penumpang dari luar negeri yang masuk ke Jabar.

“Di bandara pun sudah ada pengumuman dan peringatan. Jika ada gejala panas sepulang dari luar negeri, segera kontak petugas kesehatan untuk pemeriksaan untuk lebih lanjut,” ucapnya.

Alma menambahkan, selama ada orang yang mengaku dari Ethopia, Zimbabwe (daerah endemik zika),‎ dan yang terakhir konon katanya penduduk Singapura, penyakit Zika masih ada.

“Penyakit ini memang tidak seperti DBD, tetapi bahayanya, dampak yang terjadi itu tidak bisa disembuhkan. Kelainan yang tidak bisa disembuhkan itu ialah yaitu microsepalus,” ujarnya.

Advertisement