Jabar Segera Ganti Status Siaga Kekeringan jadi Siaga Banjir dan Longsor

Ilustrasi bencana

BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera mengevaluasi penetapan status siaga kekeringan yang sudah ditetapkan pada Agustus hingga Oktober, dan akan menggantinya dengan siaga banjir dan longsor.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan pihaknya memperkirakan  kekeringan terjadi sampai Oktober, tapi di akhir September sudah mulai hujan, bahkan di Pangandaran sudah terjadi bencana banjir dan longsor.

Ia mengatakan jika di sebuah kabupaten/kota terjadi bencana alam dan langsung bisa ditangani oleh BPBD atau pihak terkait maka tidak diperlukan penetapan status siaga atau darurat bencana.

“Dan saya sering bilang Jabar itu aman soal logistik (bencana alam). Saya sadar penduduk Jabar itu banyak. Sebanyak 3.200 ton beras ada, Insha Allah bencana di mana pun Insha Allah mitigasi bencana siap,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat Dicky Saromi mengatakan BPBD Jabar bersama BPBD Pangandaran telah melakukan berbagai upaya penanganan korban bencana banjir dan longsor.

Upaya yang dilakukan di antaranya mendirikan tenda untuk tempat penampungan sementara dan mendirikan dapur umum.

“BPBD Jabar telah mengirimkan bantuan berupa makanan instan siap saji, selimut, dan perlengkapan lainnya. Saat ini, kami masih terus di lokasi untuk mendata terus jumlah korban dan berbagai kebutuhan yang diperlukan semua korban bencana,” kata dia, dilansir Antara, Selasa (9/10/2017).

Advertisement