MYANMAR – Shara Jahan, istri dan ibu berusia 40 tahun menjadi salah satu rohingya korban pembakaran oleh militer Myanmar dan sekelompok warga Buddhis.
Shara ikuti terbakar ketika mereka membakar rumahnya dan dia berada di dalam rumah, sementara suaminya dan salah satu anaknya ditembak di Chut Pyin, dan tak berhasil melarikan diri.
“Puing itu jatuh, dan saya dibakar, sekujur tubuh saya penuh dengan api di pakaianku,” katanya kepada Amnesty International.
Saat api mencengkeram tubuhnya, dia lari dari rumah dan melarikan diri ke air di sawah terdekat, dan tak sedikit waktu untuk mengobatinya karena dia harus melarikan diri sebelum kematian menghampirinya.
Dia pun memulai perjalanan panjang 10 hari ke Bangladesh. Tanpa perawatan dan luka bakar yang serius, dia bertahan untuk menceritakan kisahnya hingga kini, dengan luka-luka bakar yang membekas di wajah dan sekujur tubuhnya.





