Jadi Pejabat Jaka Tarub?

Dalam legenda Jawa, Jaka Tarub mengintip para bidadari mandi, dan kemudian menyembunyikan bajunya.

LELAKI dan wanita tertarik pada lawan jenisnya, itu sudah kodrat atau sunatullah. Karena rasa ketertarikan yang berujung pada sensasi kenikmatan, dunia bisa menjadi berkembang. Penghuninya berkembang biak baik di negara yang bertaraf negara berkembang dan  negara yang sudah adil makmur.

Dalam Quran surat Arum ayat 21 juga digariskan, “Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya. Bagi yang normal, lelaki tak bisa jauh dari perempuan, dan perempun juga tak bisa pisah degan kaum Adam. Ada rindu di antara keduanya, sehingga masyarakat jawa punya ungkapan: nyangking ember kiwa tengen, lungguh jejer diengggo tamba kangen.

Celakanya, begitu tertariknya padha makhluk lawan jenisnya, sampai berani melanggar moral, etika dan agama. Dalam legenda Jawa dikisahkan, Jaka Tarub sengaja mengintip sekelompok bidadari mandi di danau. Secara iseng Jaka Tarub menyembunyikan baju salah satu bidadari tersebut. Karena tak bisa terbang lagi ke kahyangan, maulah bidadari Nawangwulan itu diperistri makhluk bumi Jaka Tarub.

Sebagai bidadari elit, di kahyangan Dewi Nawangwulan hidup bahagia tanpa memikirkan soal duniawi. Tapi setelah kamenungsan (jadi manusia biasa), dia harus hidup sebagaimana suaminya, Jaka Tarub. Harus bekerja keras untuk tetap bisa hidup. Maka sejak jadi istri Jaka Tarub, Nawangwulan harus masak, mencuci pakaian. Inilah keteledoran Dewi Nawangwulan, mandi bersama para bidadari sampai ketahuan Jaka Tarub.

Dalam khasanah modern, melihat wanita bugil tak harus jadi Jaka Tarub dulu. Lewat video porno, kaum lelaki kini bisa puas menikmati gambar mesum itu. Maka di bulan April tahun 2011, anggota DPR Arifinto (PKS) dalam sidang paripurna kepergok wartawan buka video porno. Begitu ramai diberitakan, dia pilih mundur.

Anggota DPR (2004-2009) Yahya Zaini (Golkar) bukan hanya nonton, malah jadi praktisinya. Video mesumnya bersama artis Maria Eva sempat beredar luas, sehingga saking malunya diolok-olok publik, termasuk dalang Ki Enthus Susmono, Yahya Zaini pun mengundurkan diri dari DPR. Dan sejak itu namanya tenggelam tak bangkit lagi.

Paling gres adalah pengakuan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Dalam tayangan di Youtube bersama Dedy Carbuzier dia mengakui pernah melihat film porno. Tapi apa salahnya, dia lelaki dewasa dan sudah berkeluarga. Sepanjang untuk diri sendiri bukan disebarluaskan, nggak papa. Toh tidak merugikan orang lain.

Tapi pengakuan jujur Gubernur Jateng itu dikecam budayawan Timur Suprabana. Sebagai pejabat publik tak boleh ngomong begitu, nantinya bisa ditiru generasi muda. Mereka akan menganggap bahwa nonton video porno bukanlah hal memalukan. Tapi karena hanya budayawan satu itu yang mempermasahkan, sehingga opini Gubernur Jateng itu tak berdampak apa-apa.

Padahal Jaka Tarub sendiri, karena kenakalan matanya, pada akhirnya dia ditiggalkan Dewi Nawangwulan. Kisahnya berawal ketika meskipun tiap hari menanak nasi, lumbung padi di rumahnya tak pernah menyusut. Saking penasarannya, saat istri mencuci di pinggir kali, Jaka Tarub membuka isi dandang. Ternyata hanya sepotong gabah belaka. Pantesan  lumbung padinya tak pernah berkurang.

Gara-gara ilmunya tak manjur lagi, terpaksa Dewi Nawangwulan setiap hari harus masak dengan cara biasa. Dalam keseharian harus menumbuk padi, agar bisa jadi beras dan dimasak. Lama-lama padi di lumbung habis dan ternyata baju bidadari miliknya disembunyikan di bawah tumpukan padi. Segera saja baju itu dikenakan, dan terbanglah kembali Dewi Nawangwulan ke kahyangan. Dia tak peduli pada bayi Nawangsasi hasil cinta kasih terpaksanya bersama Jaka Tarub.

Jika ada pesan hanya satu kata, jika bayi Nawangsasi menangis, bawalah keluar rumah tengah malam, menatap langit di bulan purnama. Di situlah Dewi Nawangwulan akan hadir, untuk menyusui bayi Nawangsasi. Busyet, kuat amat itu bayi, menyusu hanya sebulan sekali. Kenapa tidak diberi susu formula saja? – (Cantrik Metaram)

Advertisement