JAKARTA – Dompet Dhuafa berkolaborasi dengan Perhimpunan Organisasi Pasien (POP) TB Indonesia dan Organisasi Penyintas Tuberkulosis (OPT) Peta (Pejuang Tangguh) DKI Jakarta menggelar pelatihan pembuatan telur asin di Jakarta, pada Jumat (30/9).
Sebelumnya Dompet Dhuafa bersama POP TB Indonesia sukses menyelenggarakan kegiatan ini di Bandung dan Tangerang Selatan.
Pelatihan yang digelar sebagai upaya pemberdayaan dan penguatan ekonomi pasien atau keluarga pasien serta pendamping pasien TBC (Tuberkulosis) RO (Resisten Obat) dan SO (Sensitive Obat) ini dihadiri oleh 15 orang peserta yang terdiri dari pasien TBC RO, keluarga dan pendamping pasien TBC.
Selain pelatihan, para peserta juga akan mendapatkan pembinaan hingga pemasaran dan modal sebagai stimulan usaha. Adapun modal yang diberikan berupa barang perlengkapan usaha telur asin dan 200 butir telur bebek untuk masing-masing peserta yang dibagi menjadi 2 termin.
Hadir pada kegiatan kali ini drg. Agus Suprapto, M.Kes Deputi Koordinasi Bidang Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan Kemenko PMK, dr. Nancy D. Anggraeni, M.Epid Asisten Deputi Pengendalian dan PenangulanganTBC Kemenko PMK, drg. Martina Tirta Sari Kepala Layanan Kesehatan Cuma-Cuma Dompet Dhuafa, Khoirul Anas Koordinator Program dan MEL SRT POP TB Indonesia, Ully Ulwiyah Ketua OPT Peta DKI Jakarta dan Elizabeth Ratu Rante Allo Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM DKI Jakarta.
Drg. Agus Suprapto memberikan apresiasi kepada Dompet Dhuafa dan POP TB Indonesia yang telah menyelenggarakan pelatihan dan pembuatan telur asin hari ini. Menurutnya ini bisa menjadi langkah untuk dapat membangkitkan sumberdaya yang ada dan mampu mendukung program JakPreneur.
“Harapannya yang pertama bahwa ada kemampuan intangible yaitu kemauan mereka tidak down di posisi yang tidak bagus tepi mereka menjadi lebih mampu bisa mengatasi di situasinya dengan beberapa kegiatan ekonomi penderita TB. Yang kedua dapat memancing mitra-mitra lain untuk menggerakkan pasien TB seperti saat ini,” ucap drg. Agus, dikutip dari keterangan tertulis.
Sejalan dengan itu, Elizabeth menuturkan JakPreneur sangat mendukung pelatihan yang digelar hari ini dan berharap ke depannya semoga pelatihan pada hari ini dapat dikembangkan.
“Kami dari Pemprov DKI Jakarta mengucapkan terima kasih karena telah dilibatkan dalam acara program pemberdayaan dan penguatan ekonomi pasien, keluarga dan pendampingan TB RO. Kedepannya semoga pelatihan pada hari ini dapat dikembangkan dan bisa menjadi sentra telur asin di DKI Jakarta,” ungkap Elizabeth.
Pada kesempatan yang sama drg. Martina mengungkapkan Dompet Dhuafa selaku lembaga kemanusiaan yang didukung oleh masyarakat, bisa mengembalikan kepercayaan masyarakat, salah satunya yakni para penyintas, keluarga dan pendamping pasien TB.
“Walaupun ini adalah sebuah stimulus tapi semoga menjadi langkah awal kita untuk keberhasilan program eliminasi TB di Indonesia, salah satunya adalah melalui program pemberdayaan dan penguatan ekonomi,” tutur drg. Martina.
Selanjutnya, menurut Khoirul Anas Dompet Dhuafa mendukung kegiatan yang telah memasuki batch ke-3, di mana sebelumnya pelatihan telah berlangsung di Bandung dan Tangerang Selatan.
“Di Jakarta kali ini terdapat 15 peserta pasien, keluarga dan pendamping. Semoga pelatihan, penguatan dan pendampingan ini terus dapat kita galakan. Jadi kalau kita bisa kenapa tidak kita lakukan. Kami berharap Kemenko PMK kemudian dari semua dinas dapat mendukung dan melanjutkan kegiatan-kegiatan semcam ini,” ucap Anas.
Selain itu, dr. Nancy memaparkan bahwa kasus TB di Indonesia masih menempati posisi ke 3 di dunia dan untuk penderita TB di DKI Jakarta menduduki posisi ke-5 di Indonesia. Menurutnya hal ini tidak bisa didiamkan begitu saja, karena TB tidak hanya berdampak pada kondisi kesehatan saja, akan tetapi akan berdampak pada kehidupan sosial dan ekonomi.
“Belum lagi adanya stigma dari masyarakat, tentu perlu adanya dukungan tidak hanya dari keluarga tapi dari masyarakat dan pemerintah khususnya pemerintah daerah yang paling dekat,” kata dr. Nancy.
Ully Ulwiyah mengaku senang mendapatkan kesempatan yang telah diberikan oleh Dompet Dhuafa dan POP TB dalam memfasilitasi kegiatan pelatihan pembuatan telur asin hari ini.
“Mudah-mudahan yang mendapatkan pelatihan saat ini dapat berkomitmen untuk melakukan dan melanjutkan kegiatan ini di rumah sebagai kegiatan sehari-hari dan dapat membantu ekonomi mereka, melalui pembuatan telur asin ini, semoga bisa menjadi bekal yang bermanfaat,” papar Ully.
Semua peserta terlihat amat serius memperhatikan dan mempraktekkan setiap materi dari pembicara. Salah seorang peserta bernama Ahmad Safei (50 tahun) mengungkapkan amat bersyukur bisa bergabung pada kegiatan pelatihan hari ini.
“Saya bersyukur sekali bisa bergabung pada pelatihan hari ini, saya mengucapkan terima kasih kepada Dompet Dhuafa dan POP TB atas dukungan dan pelatihan ini. mudah-mudahan melalui pelatihan ini kami bisa semakin kuat dari segi perekonomian dan membantu lah untuk biaya yang kami perlukan,” ungkap Safei.





