JAKARTA – Lagi-lagi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika harus mengeluarkan pernyataan guna menyanggah hoax tentang gempa yang beredar di masyarakat melalui media sosial.
Pesan berantai yang beredar di media sosial kali ini adalah ramalan dengan akan adanya gempa besar yang akan terjadi Minggu (26/8./2018), yang dikaitkan dengan bencana-bencana yang pernah terjadi pada hari dan tanggal tersebut.
Pesan tersebut juga meyakinkan dengan banyak peristiwa bencana besar yang terjadi pada tanggal 26 yakni tsunami Aceh, gempa Yogyakarta, dan gempa di Tasikmalaya.
Menanggapi itu, BMKG Stasiun Geofisika Mataram mengeluarkan surat yang menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar, serta meminta masyarakat di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan sekitarnya untuk tetap tenang, waspada, juga tidak mudah mempercayai berita-berita tidak benar.
Melalui surat yang dipantau Antara, disebutkan bahwa setiap harinya gempabumi selalu terjadi di seluruh belahan dunia, namun tidak semua gempabumi tersebut dirasakan.
BMKG menegaskan, hingga saat ini, belum ada negara dengan teknologi apa pun di dunia yang mampu memprediksi kapan, di mana dan berapa kekuatan gempa bumi yang akan terjadi secara tepat di hari dan tanggalnya.
BMKG pun menegaskan bahwa tidak semua gempa bumi besar terjadi pada tanggal 26 dan pada hari Minggu.





