Jasad Wanita Muda Ditemukan dalam 2 Koper di Hutan Dekan

Phoenix Netts, 28, korban mutilasi. Foto: DayliMail

BIRMINGHAM – Seorang perempuan muda Phoenix Netts, 28, ditemukan tewas di Hutan Dekan di Gloucestershire, Inggris. Jasadnya ditemukan dalam dua koper dengan kondisi setengah terbakar dan termutilasi.

Netts tinggal di panti perlindungan wanita di Lozells, Birmingham. Ia sebelumnya sudah tinggal di tempat itu beberapa bulan terkakhir.

Bibi dari Netts, Ana-Liliana Netts, 55,  kaget mendengar kematian keponakan dari almarhum suaminya dengan cara sangat menggenaskan itu.

“Aku belum melihatnya sejak dia masih kecil, tetapi dia adalah gadis yang manis dan manis. Ayahnya sering mengatakan dengan bangga betapa pintarnya dia, ” ungkap Liliana.

“Dia dulu tinggal di Croydon, dia berasal dari keluarga yang sangat baik. Mereka sekarang pastinya sangat terpukul mendengar kabar ini,” tambah Liliana.

Liliana mengaku terakhir berbicara dengan Netts 2005 ketika suaminya Gary (paman kandung dari Netts) meninggal. “Setelah itu kami agak terpisah karena Netts tinggal di Birmingham. Dia punya bibi lain di sana, saudara perempuan Gary,” jelas Liliana.

“Aku selalu mengingatnya sebagai gadis kecil yang baik. Aku sangat menyesal dia mati seperti ini,” imbuh Liliana

Sementara itu pihak kepolisian sudah menangkap Gareeca Gordon, 27, yang didakwa atas pembunuhan Netts. Tersangka juga tinggal di Birmingham.

Pihak kepolisian menyatakan dari olah Tempat Kejadian Peristiwa (TKP) berkesimpulan bahwa korban telah ‘digergaji’ sebelum dibakar.

Selain Gordon, Polisi juga menangkap Mahesh Sorithaya, 38, yang didakwa membantu pelaku.

Selasa (18/5/2020) Bristol Crown Court mendengarkan kesaksian Sorathiya yang dibayar oleh Gordon untuk membuang mayat Netts ke Hutan Dekan sebanyak dua kali antara 24 April dan 12 Mei.

James Ward QC, penuntut, mengatakan: “Dia adalah sopir, diakuinya, dari Vauxhall Zafira di mana bagian-bagian tubuh terkandung dan dia mengatakan dia tidak memiliki pengetahuan tentang bagian-bagian itu”.

Sebelum sampai ke hutan Dekan, Polisi sempat menghentikan mobil Sorathiya karena operasi Covid-19, Polisi sempat mencium bau busuk dari koper-koper itu.

“Ketika mereka membuka koper-koper itu, polisi mengatakan baunya barbekyu dan baunya memuakkan akibat dekomposisi.”

Eugene Hickey, yang membela, Sorathiya mengatakan,  ayah dua anak ini tidak tahu isi koper-koper di kursi belakang mobilnya adalah mayat, Ia hanya dibayar untuk membuang koper ke hutan Dekan.

Hakim Garnham telah menetapkan tanggal persidangan lanjutan 10 November untuk pemeriksaan saksi-saksi. Dia memberikan jaminan kepada Sorathiya.

Seperti diinfokan dailymail, pihak keluarga sangat terpukul dengan kejadian ini. Sampai berita ini diturunkan belum diketahui motif Gordon menghabisi Netts secara sadis itu.

Advertisement