Jelang HUT DKI Jakata, DMC DD Gencarkan Kampanye Urban Disaster Management

JAKARTA – Dompet Dhuafa melalui unit program Disaster Management Center (DMC) berupaya membantu masyarakat perkotaan dengan memaksimalkan sumber daya yang dimiliki melalui program “Urban Disaster Management” dengan serangkaian kegiatan yang telah dilakukan mulai dari sosialisasi, pelatihan, hingga advokasi.

DMC Dompet Dhuafa menggencarkan kampanye Urban Disaster Management (UDM) melalui upacara kesiapsiagaan di markas besar DMC Dompet Dhuafa, Kelurahan Pondok Ranji, Kecamatan CIputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Banten, pada Selasa (21/06/2022), menjelang peringatan HUT Kota DKI Jakarta yang ke-495.

Dalam upacara kesiapsiagaan kali ini juga dilakukan simulasi kebencanaan kota dengan melibatkan para relawan serta organ-organ Dompet Dhuafa lainnya yaitu Layanan Kesehatan Cuma-cuma (LKC), Lembaga Pelayan Msyarakat (LPM), dan Lembaga Pengembangan Insani (LPI).

Turut hadir dalam apel ini Parni Hadi selaku Inisiator, Pendiri, serta Ketua Pembina Yayasan Dompet Dhuafa Republika, Rahmat Riyadi selaku Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa, Yayat Supriyatna selaku Sekretaris Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa, Ahmad Sonhaji selaku Direktur Dakwah, Budaya dan Pelayanan Masyarakat, Prima Hadi Putra selaku Direktur Bussiness Operating Support, Pangarso Suryotomo selaku Diterktur Kesiapsiagaan BNPB, Perwakilan KANSAR Jakarta, BPBD Tangerang Selatan, BPBD DKI Jakarta, Haryo Mojopahit selaku Kepala DMC Dompet Dhuafa, Ketua RW 08 Ciputat Baru, juga para relawan dan komunitas-komunitas kemanusiaan.

Haryo Mojopahit selaku Chief Executive DMC Dompet Dhuafa mengatakan, penanggulangan bencana selama masa tanggap darurat di daerah perkotaan meliputi vertical rescue, pertolongan pertama, evakuasi penyintas, tenda darurat, hingga simulasi dapur umum.Setelah itu juga perlu digulirkan aksi dari tim kesehatan, psikososial, hingga kerohanian.

DMC Dompet Dhuafa akan terus memberikan pelatihan baik soft skill maupun hard skill tentang upaya mitigasi dan cara menghadapi bencana alam ketika terjadi.

“Selain itu, kita akan memberikan atau menyediakan peralatan dan perlengkapan yang perlu dimiliki saat masa tanggap darurat serta perbaikan infrastruktur di masa recovery atau pasca-bencana. Kemudian kita akan melakukan advokasi,” jelas Haryo.

Inisiator, Pendiri, serta Ketua Pembina Yayasan Dompet Dhuafa Republika, Parni Hadi turut menjelaskan, dampak kemiskinan kota adalah bencana overcrowded. Bencana ini menimpa dan menyebabkan kemiskinan. Bencana kota lebih dahsyat dari desa. Yang disebut kota bukan hanya DKI, melainkan juga yang ada di sekitarnya seperti Ciputat, Depok, Tangerang dan sekitarnya.

“Saya bahagia anda semua ingin menjadi relawan. Alhamdulillah saya bersyukur. Saya pikir negara ini dan negara-negara berkembang, memerlukan relawan. Siapa relawan itu, relawan adalah orang atau insan yang siap sukarela dengan senyum dan hati menolong sesama sepanjang masa dan dengan cinta. (Relawan harus memiliki) 5S dan 1C, siap sukacita, sukarela, menolong sesama, sepanjang masa dengan dan cinta hati. Itu adalah relawan,” terang Parni Hadi.

Data Statista menyebutkan, pada tahun 2030 mendatang diperkitakan wilayah perkotaan Indonesia akan mengalami kerugian materi sebesar 22 miliar akibat bencana banji. Sepanjang tahun 2020-2021 lalu, terdapat 91 bencana banjir setiap bulannya di Indonesia jika dirata-ratakan .

“Jadi Kami atas pemerintah, mengucapkan terima kasih kepada Dompet Dhuafa yang sudah bisa menyelenggarakan acara Apel Siap Siaga pagi ini. Sudah ada kurang lebih 1.776 kejadian bencana Januari sampai 21 Juni, menandakan bahwa negara kita ini negara yang rawan bencana. Kesempatan ini sangat baik dikala inisiatif Dompet Dhuafa untuk segera melakukan apel siap siaga pagi ini. Terutama bagaimana terjadi bencana di perkotaan. Sebagaimana kita tahu, bencana di perkotaan akan lebih sulit penangannnya daripada di non-perkotaan. Pertama masyarakatnya yang homogen. Kedua, lokasinya yang mungkin alat kita yang sudah disiapkan tidak bisa masuk ke lokasi. Ketiga, pemahaman masyarakat,” ,” jelas Pangarso Suryotomo selaku Direktur Kesiapsiagaan BNPB, saat memberikan amanah sebagai pembina upacara.

Parni menegaskan supaya masyarakat urban sadar akan bencana yang terjadi setiap saat di perkotaan. “Satu Nusa, Satu Bangsa, Sadar Bencana. Sadar dulu, melalui awareness and care, didik, advokasi, dan training semua kemudian baru peduli,” pungkas Parni Hadi, dilansir dompetdhuafa.org.

Advertisement