JENEWA-Menjelang bulan Ramadhan, ratusan ribu warga Suriah terancam kelaparan. Hal ini akan terjadi jika pemerintah rezim tidak memberikan akses yang lebih besar bagi konvoi bantuan kemanusiaan.
“Ada banyak warga sipil saat ini terancam kelaparan,” ujar utusan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Suriah, Staffan de Mistura kepada media Kamis (26/05)di Jenewa usai rapat yang membahas bantuan kemanusiaan dukungan PBB dalam mengoordinasikan pengiriman suplai bantuan di berbagai wilayah Suriah seperti dilansir AFP,Jumat (27/5).
Selain itu, Wakil De Mistura sekaligus ketua badan kemanusiaan, Jan Egeland, mengungkapkan, situasi pada bulan ini lebih sulit dari perkiraan untuk dapat menjangkau warga di berbagai daerah yang dikepung oleh pasukan pemberontak atau pemerintah Suriah.
“Dari total 1 juta warga yang semestinya menerima bantuan melalui darat pada Mei, kami baru dapat menjangkau 160 ribu orang,” ujar Egeland.
Menurut laporan PBB, lebih dari 400 ribu warga sipil Suriah terkepung. Sebagian besar dari mereka tinggal di daerah-daerah yang dikepung pasukan pemerintah.
Selain itu, lebih dari empat juta warga tinggal di kawasan yang sulit dijangkau dan berlokasi dekat medan tempur atau pos pemeriksaan.





