BOGOR – Putusnya jembatan Cipan=mingkis yang menghubungkan Jonggol-Cianjur membuat ratusan warga dari Desa Jonggol dan Desa Bendungan secara sukarela bergotong-royong membuat jembatan darurat.
Warga harus melakukan hal tersebut karena jika tidak ada jembatan, anak-anak sekolah maupun buruh pabrik akan kerepotan.
Warga secara swadaya membangun dua jembatan darurat di sisi kiri dan kanan. Jembatan ini dibangun untuk memudahkan warga beraktivitas.
Camat Jonggol Beben Suhendar mengatakan, jembatan darurat sangat dibutuhkan warga, khususnya pelajar sekolah yang bermukim di lima desa. “Kalau tidak ada jembatan mereka harus memutar arah sangat jauh,” kata Beben, Senin (17/4/2017), dikutip liputan6.com.
Menurut dia, Pemprov Jabar urung membangun jembatan, karena panjang jembatan lebih dari 100 meter.
“Intinya, dibangun jembatan bambu ini supaya warga, khususnya anak sekolah bisa melintas dulu,” kata dia.
Diketahui akibat ambruknya jembatan tersebut, akses menuju Cariu dan Cianjur juga terputus. Warga yang bermukim di Kecamatan Cariu harus memutar dengan jarak yang cukup jauh, untuk menuju Cileungsi dan Gunungputri.
Begitu pun sebaliknya, warga Cileungsi dan Gunungputri yang hendak menuju Cariu maupun Cianjur, harus melewati daerah lain seperti Karawang dan Cikarang.





