Jembatan Sungai Saba Ambruk, Pelajar Bersekolah Diantar Jemput Polisi

Jembatan ambruk, siswa diangkut mobil polisi/ Merdeka.com

BULELENG – Sejak akhir Januari lalu, jembatan darurat di Sungai Saba yang dibangun Pemprov Bali ambruk padahal jembatan tersebut digunakan pelajar SDN 5 Ringdikit di Kecamatan Buleleng untuk melintasinya ke sekolah.

Akhirnya, 67 siswa pun bersekolah  dengan diangkut mobil patroli milik Polsek Seririt.

Hingga Jumat (3/2/2017), diberitakan merdeka.com, belum ada tindakan dari pemerintah daerah Buleleng.

Kapolsek Seririt Kompol AA Wiranata Kusuma menegaskan akan menggunakan mobil yang dikhususkan untuk patroli anggota Polsek Seririt untuk mengantar puluhan siswa menempuh jalan melingkar. “Kami akan terus antar anak-anak sampai ada kepedulian pemerintah, dalam hal ini Buleleng,” tegas Kusuma, Jumat (3/2/2017).

Dia berharap  pemerintah peduli akan nasib puluhan siswa di Ringdikit karena setiap harinya harus menyeberangi sungai sejak sekolah berdiri tahun 1984.

“Tadi saya dapat informasi kalau dari dinas pendidikan Buleleng akan mengerahkan mobil untuk khusus antar jemput siswa di Ringdikit. Katanya besok (hari ini, Sabtu pagi), kita buktikan saja besok kebenarannya,” pungkasnya.

Sementara itu, Nyoman Ariada Kepala Sekolah SD 5 Ringdikit ini hanya bisa memantau siswanya agar tidak mengambil resiko nekat menyeberangi sungai tersebut.

“Pasca penghujan ini, arus sungai deras sekali pak. Syukurnya dari polsek berikan bantuan,” ujar Ariada.

Jelang pilkada serentak, warga desa Ringdikit sudah antipati dengan pemilihan suara. Yang penting bagi mereka, anak-anak tersebut bisa sekolah tanpa khawatir terjadi hal yang tak diinginkan saat bersekolah.

Advertisement