TURKI – Bagi para pendukung kudeta Turki yang tewas, dilarang dimakamkan secara Islam oleh otoritas Turki, bahkan para imam juga dilarang memberikan dan memimpin pemakaman jenazah.
Direktorat Urusan Agama Turki mengumumkan pelarangan tersbeut, ”Tidak boleh ada imam yang memimpin doa untuk tentara pendukung kudeta yang menghancurkan bangsa kita,” ujarnya, seperti dikutip Daily Mirror, Rabu (20/7/2016).
Pengumuman larangan muncul bersamaan dengan aksi Pemerintah Erdogan dalam melakukan operasi pembersihan besar-besaran terhadap semua orang yang diduga sebagai pendukung kudeta. Belasan ribu orang mulai dari tentara, tenaga pendidik, tokoh politik hingga media sudah ditangkap, dan dinonaktifkan.
Kudeta yang dilakukan Jumat pekan lalu dan berakhir dengan kegagalan telah menewaskan ratusan orang tewas. Korban tewas berasal dari kalangan rakyat sipil dan juga dari kubu militer yang ingin menggulingan Pemerintah Presiden Tayyip Erdogan.





