Jenderal Rusia: Eksistensi Israel Berisiko Jika Konflik Berkepanjangan

Seorang perwira tinggi Rusia mengingatkan, eksistensi Israel terancam jika konflik terus bereskalasi di Timur Tengah (iustrasi bendera: CNBC)

JAKARTA – KBKNEWS) – 20/8 – SEORANG pejabat militer senior berbintang tiga Rusia mengatakan, eksistensi Israel sebagai negara bakal berisiko “lenyap sebagai ” jika konflik di Timur Tengah terus bereskalasi.

Dikutip Middle East Monitor, Anadolu Agency melaporkan bahwa pejabat itu mengklaim tujuan utama Tel Aviv adalah untuk meningkatkan konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah.

Ia juga menambahkan Tel Aviv menyeret AS dan NATO ke dalam perang.
Wakil Kepala Direktorat Militer-Politik Utama Rusia dan Komandan Pasukan Khusus Akhmat, Letnan Jenderal Apti Alaudinov, mengatakan bahwa konflik regional mungkin akan semakin intensif.

“Kita harus menyadari bahwa perang di Timur Tengah akan bereskalasi. Saya percaya bahwa justru itulah tujuan Israel, untuk meningkatkan konflik semaksimal mungkin dan menyeret AS serta seluruh blok NATO ke dalamnya,” kata Alaudinov. ia kemudian memperingatkan Israel agar tidak melebih-lebihkan kekuatan militernya.

“Pada akhirnya, mereka akan melebih-lebihkan kekuatan mereka dan akan lenyap sebagai sebuah negara,” ujarnya.

Ketegangan di Timur Tengah meningkat setelah AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, sebaliknya, Teheran melancarkan serangan terhadap negara-negara di kawasan yang menampung aset-aset dan fasilitas militer  AS.

Pada Juni lalu, Iran dan AS menandatangani nota kesepahaman bertujuan mengakhiri perang dan membuka jalan bagi kesepakatan yang lebih luas, namun kesepakatan itu kemudian gagal di tengah tuduhan pelanggaran oleh kedua pihak dan permusuhan kembali meningkat.

Sejak saat itu, upaya diplomatik belum menghasilkan terobosan terkait pembukaan kembali Selat Hormuz maupun dimulainya kembali negosiasi mengenai kesepakatan yang lebih luas.

Presiden AS Donald Trump dalam pernyataan teranyarnya malah mengklaim telah mengendalikan swlat Hormuz dan berencana mengendalikan selat sempit yang merupakan jalur seperlima pengangakutan minyak global itu menjadi bagian wilayah AS. (Anadolu/CNNI/ns)

 

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here