
“Kami menyerukan konflik yang komprehensif dan langsung selama peluang tersedia dan untuk memulai jalur pertempuran dan kebebasan,” seru Abu Hamza, juru bicara Brigade al-Quds, di Twitter.
Dalam jabatannya, ia meminta warga Palestina untuk mengambil senjata dan menyerang pos pemeriksaan dan permukiman Israel.
“Operasi heroik di Yerusalem dan Tepi Barat adalah respon dari orang-orang kami, ditekankan dengan darah dan senjata, bahwa mereka menentang ‘kesepakatan abad ini’ dan Yahudisasi tempat-tempat suci,” katanya dikutip Anadolu.
Presiden AS Donald Trump pada 28 Januari, menyebut Yerusalem sebagai “ibukota Israel yang tidak terbagi” dan mengakui kedaulatan Israel atas sebagian besar Tepi Barat.
Rencana tersebut mengundang kecaman luas dari dunia Arab dan ditolak oleh Organisasi Kerjasama Islam (OKI), yang mendesak semua negara anggota untuk tidak terlibat dengan rencana ini atau untuk bekerja sama dengan pemerintah AS dalam mengimplementasikannya dalam bentuk apa pun.
Para pemimpin blok Muslim telah menegaskan kembali perlunya solusi yang adil dan komprehensif yang melindungi hak-hak Palestina.




