WASHINGTON – Bahrain dan AS pada Minggu (19/5/2019) mengatakan akan mengadakan konferensi “Perdamaian menuju Kesejahteraan” pada akhir Juni.
Konferensi tersebut digelar untuk menciptakan kondisi ekonomi yang lebih baik bagi warga Palestina apabila perjanjian perdamaian bisa dicapai dengan Israel.
Dilansir VOA, seorang pejabat senior Gedung Putih mengatakan rencana itu menyerukan investasi yang substansial pada ekonomi Gaza, tapi juga memerlukan gencatan senjata yang “stabil.”
Gedung Putih sebelumnya telah berjanji untuk mengungkap rencana perdamaian Timur Tengah baru dalam beberapa minggu mendatang.
Israel dan Palestina selama puluhan tahun ini telah gagal untuk mencapai perjanjian perdamaian. Tapi AS berencana untuk menunjukkan komponen ekonomi dari rencana perdamaian baru itu dalam konferensi ekonomi di ibu kota Bahrain, Manama, pada 25-26 Juni.
Sementara Palestina sudah berulangkali menolak perjanjian damai yang dirancang AS, karena pada dasarnya hanya akan menguntungkan Israel dan merugikan Palestina.





