Jual Air Bersih di Musim Kemarau, Kakek ini Raup Jutaan Rupiah

kakek Sarman penjual air bersih di Semarang/ Semarang Pos

SEMARANG –  Sarman, seorang kakek bercucu empat tak pernah menyerah untuk mencari nafkah meski usianya sudah lanjut,  dengan menjual air bersih dan harus  menimba air di sumur yang terletak di sebelah Taman Srigunting.

Tangan kakek yang memiliki empat orang cucu itu begitu cekatan menimba air. Air hasil menimba itu lantas ia masukkan ke dalam belasan jeriken yang telah disiapkan di atas gerobak.

“Lumayan hasilnya. Bisa buat menyambung hidup di Kota Semarang dan juga dikirim ke keluarga di kampung,” ujar kakek yang mengaku berasal dari Tawangsari, Sukoharjo, pada Semarang Pos.

Sarman mengaku saat musim kemarau seperti saat ini, permintaan akan air bersih memang cenderung meningkat. Saban hari, ia bahkan mampu menjual air bersih sekitar 98 jeriken atau sekitar tujuh gerobak, dengan keuntungan mencapai Rp147.000. Jika ditotal, ia mampu meraup pendapatan sekitar Rp4.410.000 setiap bulannya.

“Biasanya yang paling banyak beli itu para pedagang makanan yang ada di sekitar kawasan Stasiun Tawang. Sekali beli bisa mencapai empat jeriken. Kalau rumah tangga, belinya hanya saat leding [saluran air] mati. Kemarin pas puasa, ledingnya sering macet,” ujar Sarman.

Sarman mengaku sudah berjualan air bersih secara keliling di sekitar kawasan Kota Lama sejak 1977. Dari hasil berjualan air bersih itu, Sarman mampu menyekolahkan kedua anaknya hingga lulus SMA dan berkeluarga.

“Anak saya yang paling besar sekarang tinggal di Sulawesi. Kalau yang bungsu tinggal di desa, usaha menjahit,” beber Sarman.

Sumur tua itu tak pernah surut saat musim kemarau. Bahkan, sumur itu kerap digunakan kendaraan pemadam kebakaran saat terjadi insiden kebakaran di sekitar lokasi itu.

 

Advertisement