Jumlah Anak Terinfeksi Corona di Bekasi Meningkat, Pemerintah Setempat Evaluasi Sekolah Tatap Muka

Ilustrasi Pemerintah menyiapkan rencana pemberlakuan bertahap Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah-sekolah Juli mendatang. Kebijakan itu harus dilakukan secara terukur dan hati-hati. Jika tidak,korban Covid-19 bisa melonjak.

BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi menyebutkan kasus COVID-19 dari klaster anak di wilayahnya mengalami peningkatan, dan dari 263 kasus positif COVID-19, jumlah anak yang terinfeksi mencapai 19,97%.

“Klaster anak ini sudah pasti (terpapar) dari keluarga karena anak berada dalam keluarga. Makanya kewaspadaan semua pihak benar-benar dibutuhkan,” ucap kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Dezy Sukrawati, Kamis (27/5/2021), dilansir Sindonews.

Dia menambahkan, pemerintah setempat akan mengevaluasi secara menyeluruh kegiatan belajar tatap muka. Apalagi, pembelajaran tatap muka yang sudah dimulai di 241 sekolah tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di kota tersebut.

Dezy menyarankan agar tidak ada penambahan jumlah sekolah tatap muka di Kota Bekasi.

Hal itu dilakukan agar penularan di kluster anak sudah bisa berkurang dan pihak keluarga juga harus mengedukasi anak dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Advertisement