Jumlah Daerah Endemis DBD di Sukabumi Meningkat

Ilustrasi

SUKABUMI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi memperkirakan jumlah daerah endemis demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Sukabumi diprediksi bertambah banyak.

Prediksi tersebut lahir dikarenakan ada sembilan wilayah kerja pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) yang kasus DBD nya terus mengalami peningkatan.

“Saat ini ada 13 puskesmas yang dikatakan sebagai daerah endemis DBD,” kata Wakil Supervisor (Wasor) DBD Dinkes Sukabumi Joppy JR, Selasa (8/11), dilansir Republika.co.id.

Dijelaskannya, jumlah puskesmas di Sukabumi mencapai sebanyak 58 unit yang melayani 47 kecamatan. Ke 13 puskesmas yang endemis DBD tersebut adalah Cicurug, Cikembar, Sekarwangi, Gunungguruh, Cibadak, Sukaraja, Karawang, Salajambe, Cibolang, Parungkuda, Palabuhanratu, Cisaat, dan Cicantayan. Joppy mengatakan, jumlah puskesmas yang endemis ini diperkirakan akan bertambah banyak.

Hal ini dikarenakan ada sembilan puskesmas yang setiap tahun kasus DBD nya mengalami kenaikan. Sembilan puskesmas itu yakni Kadudampit, Kebonpedes, Limbangan, Caringin, Jampang Kulon, Cipari, Cijangkar, Nagrak, dan Simpenan. Penambahan jumlah daerah endemis DBD ini ungkap Joppy disikapi Dinkes dengan menggiatkan sosialisasi pencegahan penyebaran DBD kepada masyarakat seperti penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Sementara itu data Dinkes Sukabumi mencatat, jumlah warga yang terkena DBD sepanjang Januari-Oktober 2016 mencapai 757 orang, dan warga yang suspect DBD mencapai sebanyak 773 orang.

Selain itu jumlah warga yang meninggal pun mengalami peningkatan. Pada Januari-Oktober tercatat sebanak tujuh orang warga yang meninggal. Sedangkan pada 2015 lalu hanya sebanyak dua orang yang meninggal akibat DBD.

Advertisement