Jumlah Pengemis Bertambah di Sampang, Dinsos Kesulitan

Ilustrasi pengemis/ Foto: vivanews

MADURA – Bertambah banyaknya pengemis di wilayah Sampang, Madura, membuat Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnaketrans) setempat angkat tangan. Dinsosnakertran mengaku kesulitan untuk membedakan pengemis dengan latar belakang menyambung hidup atau pengemis yang dijadikan sebagai profesi.

Kasi Rehabilitasi dan Pelayanan Dinsosnakertrans Sampang, Syamsul Arifin mengakui, beberapa bulan terakhir ini keberadaan pengemis di Sampang semakin merambah dan meresahkan masyarakat. Terutama bagi pengemis yang ngotot meminta di lingkungan Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) yang sudah jelas ada larangan bagi pengemis meminta-minta memasuki area tersebut.

“Memang belakangan ini banyak laporan dari masyarakat tentang keberadaan pengemis kian bertambah,” terangnya, Senin (19/9/2016), seperti dilansir Beritajatim.

Berdasarkan data sementara jumlah pengemis yang biasa beroperasi di area kota, sekitar 50 orang dan jumlah tersebut lebih banyak dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai 30 pengemis.

“Pada bulan Ramadan kemarin, kurang lebih mencapai 50 orang yang ditertibkan dan masuk pendataan,” jelasnya.

Ia mengaku pihaknya sudah melakukan penindakan dan pembinaan, namun para pengemis tetap saja nekad dan kembali bekeliaran untuk meminta-minta.

“Ada sebagian pengemis beralasan karena kesulitan mencari pekerjaan ada juga lantaran murni karena tidak memiliki apa-apa, sehingga mereka mengemis, tapi semua upaya seperti pendataan dan pembinaan sudah kami lakukan, tinggal kesadaran pengemis itu sendiri, kita tidak bisa berbuat banyak,” tandasnya.

Advertisement