Jumlah Pengungsi Gunung Agung Lebih Besar dari Perkiraan

Ilustrasi Pengungsian warga sekitar gunung agung/ Okezone

BALI – Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyatakan warga Kabupaten Karangasem yang telah mengungsi terkait ancaman erupsi Gunung Agung mencapai sekitar 75.673 jiwa yang tersebar di 377 titik pengungsian di sembilan kabupaten/kota di Bali.

Sutopo mengatakan jumlah pengungsi tersebut lebih besar dibandingkan penduduk yang tinggal di dalam radius berbahaya yang direkomendasikan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk dikosongkan, yakni radius sembilan kilometer dari puncak kawah Gunung Agung, ditambah 12 kilometer di sektor utara-timur laut dan 12 kilometer di sektor tenggara-selatan-barat daya.

Dia mengakui memang sulit menentukan jumlah penduduk secara pasti. Sebab data penduduk menggunakan basis administrasi desa, sedangkan data radius menggunakan batas daerah berbahaya letusan Gunung Agung.

“Batas radius berbahaya itu mudah terlihat di peta. Di lapangan tidak nampak. Di lapangan masyarakat tidak tahu mereka tinggal di dalam radius berapa. Inilah yang menyebabkan masyarakat yang tinggal di luar garis radius berbahaya pun ikut mengungsi,” ucap Sutopo.

Apalagi saat dinaikkan status Awas (Level IV), ribuan masyarakat mengungsi pada malam hari yang menyebabkan masyarakat di desa-desa yang terdapat di luar radius berbahaya pun ikut mengungsi.

“Sekarang masyarakat di sekitar Gunung Agung mengungsi secara mandiri. Justru ini adalah salah satu ciri masyarakat yang tangguh menghadapi bencana yaitu memiliki daya antisipasi,” kata Sutopo, dilansir Antara.

Biasanya, menurut dia sulit sekali mengajak masyarakat untuk mengungsi dari gunungapi. Bahkan saat gunung sudah meletus, banyak masyarakat yang tetap tidak bersedia mengungsi.

Advertisement