Jutaan Kotoran Tinja Cemari Lingkungan

Ilustrasi

JAKARTA – Direktur Eksekutif Yayasan Konservasi Way Seputih (YKWS) Febrilia Ekawati menuturkan ada jutaan ton tinja mencemari lingkungan. Kondisi itu disebabkan belum sehatnya perilaku buang air besar warga dan sanitasi yang belum sehat.

“Banyak yang beranggapan bahwa dengan BAB di jamban atau closet itu sudah sehat. Padahal, kotorannya tidak tertampung dalam septic tank. Masih ditemukan di beberapa wilayah Provinsi Lampung kotoran dialirkan ke sungai, siring, dan kolam,” ungkapnya seperti dilansir Rabu (21/11).

Itu, lanjut dia, masih dalam kategori buang air besar sembarangan (BABS). Sedangkan untuk membangun jamban sebagian warga masih enggan karena dianggap tidak penting. Padahal, sanitasi adalah kebutuhan dasar yang terkait erat dengan kesehatan,” tutur Febri.

Warga Lampung masih banyak buang air besar di lahan terbuka, seperti sungai, kolam, kebun, dan pantai.

Data Smart STBM menunjukkan, dari 15 kabupaten/kota, akses sanitasi terendah terdapat di Kabupaten Tulangbawang Barat (55,11 persen), Mesuji (72,83 persen), Pesawaran (81,99 persen), dan Lampung Timur (82,03 persen).

Advertisement