Kades Pengubah Stigma Desa Idiot

JAKARTA – Desa Karangpatihan, Balong, Ponorogo, Jawa Timur terkenal sebagai desa idiot. Namun stigma itu perlahan hengkang berkat Eko Mulyadi, Kepala Desa setempat.

Pada tahun 2010, Kades berusia 35 tahun itu membentuk sebuah kelompok masyarakat Karangpatihan Bangkit. Tujuan kelompok itu adalah untuk mencari formula agar para warga tuna grahita bisa hidup mandiri.

“Baru tahun 2013, begitu saya jadi kepala desa, saya buat program untuk mereka, agar mereka punya pendapatan ekonomi dengan konsep pendapatan,” papar Eko seperti dilansir Kumparan (12/7).

Program itu ia wujudkan dengan pembentukan ‘Rumah Harapan’, sebuah tempat untuk melatih warga tuna grahita untuk hidup mandiri dan berwira usaha. Hasilnya, secara perlahan warga bisa menghidupi dirinya sendiri dengan usaha masing-masing.

Konsep yang Eko pilih adalah penghasilan secara teratur. Untuk penghasilan harian, warga tuna grahita dibekali kemampuan untuk membuat kerajinan dari kain perca serta batik. Lalu untuk penghasilan bulanan, mereka diberikan modal induk ayam kampung untuk beternak.

“Sementara triwulannya kita ajarkan beternak lele dan tahunannya beternak kambing,” terang Eko.

Eko merasa bersyukur bahwa produk-produk yang dihasilkan ‘Rumah Harapan’ bisa laku di pasaran, termasuk untuk daerah-daerah di luar Ponorogo. Kini ia berharap, Desa Karangpatihan bisa mengubah citranya sebagai desa wisata bukan lagi desa ‘idiot’.

“Harapan saya, pelan-pelan bisa merubah image itu, mengubah pandangan masyarakat dengan berbagai cara salah satunya dengan program desa wisata atau wirausaha mandiri,” pungkasnya.

Advertisement