BNPB: Gunung Anak Krakatau Meletus 56 Kali dalam 24 Jam

ilustrasi

JAKARTA – Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Gunung Anak Krakatau meletus 56 kali selama 24 jam, dari pukul 00.00 – 24.00 WIB, dengan amplitudo 25-53 mm, dan durasi letusan 20-100 detik.

Letusan disertai lontaran abu vulkanis, pasir dan suara dentuman. Secara visual pada malam hari teramati sinar api dan guguran lava pijar. Hembusan 141 kejadian dengan durasi 20-172 detik.

Gunung Anak Krakatau sudah mengalami peningkatan aktivitas vulkanis sejak 18 Juni 2018, ditandai dengan banyaknya letusan. Namun belum ada peningkatan status kegunung apian. Status Gunung Anak Krakatau tetap ‘Waspada’ (level 2).

Hingga kini status Gunung Anak Krakatau masih waspada sejak  ditetapkan  26 Januari 2012, dan artinya aktivitas vulkanis di atas normal, hingga letusan dapat terjadi kapan saja. Kondisi itu tidak membahayakan selama masyarakat tidak melakukan aktivitas dalam radius 1 km.

BNPB mengatakan erupsi Gunung Anak Krakatau adalah hal biasa karena masih aktif untuk tumbuh besar dan tinggi. Gunung Anak Krakatau muncul dari permukaan laut pada 1927 dan rata-rata bertambah tinggi 4-6 meter per tahun.

Masyarakat diimbau tetap tenang karena BPBD Provinsi Banten, BPBD Provinsi Lampung, PVMBG dan BKSDA telah melakukan langkah antisipasi. Yang penting, masyarakat mematuhi rekomendasi tidak melakukan aktivitas di dalam radius 1 km dari puncak kawah.

Advertisement