Calais– Pemerintah Perancis akan menghancurkan kamp pengungsi di Calais, Senin (24/10) waktu setempat.
Sudah puluhan bis disediakan guna memindahkan 3.000 orang ke pusat-pusat pengungsian di seluruh Perancis. Pemindahkan sudah berjalan sejak awal pekan lalu.
Ribuan selebaran didistribusikan ke seantero kamp akhir pekan ini, meminta mereka yang masih tinggal di sana untuk segera pergi.
Pembongkaran berlangsung seperti direncanakan, meskipun badan amal Inggris dan anggota parlemen memberitahu menteri dalam negeri Perancis, Bernard Cazeneuve, bahwa mereka memiliki “kekhawatiran serius” tentang keamanan dan kesejahteraan ribuan orang — termasuk sekitar 1.300 anak-anak telantar yang tinggal di kamp.
“Kami khawatir semua pihak saat ini sedang sibuk, dan reaksi sambutan tidak cukup menjamin perlindungan yang efektif atas kelompok paling rentan, terutama anak-anak telantar,” bunyi surat yang ditandatangani Save the Children, Dewan Pengungsi dan Komite Pengungsi International Inggris serta 60 anggota parlemen dan berbagai mitra seperti dilansir Guardian.
Surat itu meminta semua anak telantar mendapat tempat layak sebelum pembongkaran dimulai, ditampung dalam “zona aman” yang akan dibuat di kamp selama pembongkaran tersebut, dan bahwa siapa pun yang berhak bergabung dengan keluarganya di Inggris sudah diidentifikasi.
Penutupan kamp rencananya berlangsung selama sepekan. Mendagri Cazeneuve telah berjanji, semua imigran yang tersisa di lokasi akan dipindahkan ke penampungan layak. Gelombang pertama pengungsi anak dari Calais tiba di Inggris, pada Sabtu 22 Oktober malam, di bawah janji pemerintah untuk membantu anak-anak telantar yang diumumkan bulan Mei lalu.
Pendiri The Care4Calais, Clare Moseley, khawatir kamp migran tidak resmi akan bermunculan setelah pembongkaran Calais selesai. Ia khawatir orang-orang di sana tidak memiliki akses ke layanan sanitasi dasar serta penerjemah dan penasihat hukum.





